Sensitif Pada Bahan Kimia, Ibu 2 Anak Harus Tinggal di Rumah Kaca

Juana yang berada di rumah kaca berfoto bersama keluarganya (Facebook / Juana Munoz)
06 April 2018 17:45 WIB Muhammad Rizal Fikri Viral Share :

Solopos.com, CADIZ – Seorang perempuan asal Cadiz, Spanyol mengidap kondisi langka yang membuatnya tak bisa menyentuh, mencium, atau memeluk keluarganya. Hal itu sudah dia alami selama 29 tahun terakhir. Perempuan bernama Juana Munoz, 53, harus rela hidup seorang diri di ruangan kaca seluas 25 meter selama 13 tahun terakhir.

Juana didiagnosa mengidap kondisi langka yang disebut dengan multiple chemical sensitivity (mcs). Kondisi tersebut membuat tubuh Juana sangat rentan saat terpapar bahan kimia yang terkandung di berbagai benda. Bahan kimia tersebut tak berdampak apa-apa bagi orang normal, namun akan menimbulkan efek alergi bagi Juana. Dalam hal ini bahan kimia yang dimaksud seperti bau parfum, bau sabun mandi, detergen, dan lain-lain.

Dikutip dari Dailymail.com, Jumat (6/4/2018), 80% pengidap MCS adalah perempuan. Kondisi ini masih belum sepenuhnya dipahami oleh para pakar. Berbagai penelitian sedang dilakukan untuk mendiagnosa penderita MCS sebelum terjadi efek samping mematikan.

“Saya duga MCS terkait dengan regulasi hormon, sehingga sebagian besar yang terkena adalah satu jenis kelamin, dalam kasus ini perempuan,” jelas pakar MCS dr. Martin Pall, seperti dikutip Dailymail.

Tak hanya MCS, Juana juga divonis menderita fibromyalgia, sindrom keletihan kronis, dan kesensitifan berlebih pada gelombang elektromagnet. Sindrom-sindrom tersebut menyebabkan Juana cepat capai, otot-totonya mudah sakit tanpa sebab yang jelas, hingga peka terhadap radiasi elektromagnet.

Dilansir Mirror, Jumat (30/4/2018), Juana mengalami kondisi langka itu tak lama setelah melahirkan anak pertama. Saat itu dia sedang membersihkan kentang yang mengandung pestisida. Dalam prosesnya Juana merasakan gatal di mata kanan dan lidah. Tak butuh waktu lama, wajahnya membengkak. Hingga dia harus mendapatkan perawatan intensif.
Seiring berjalannya waktu, kondisi Juana semakin parah, itulah alasan mengapa sejak 13 tahun terakhir Juana harus tinggal di ruangan kaca yang serba steril. Suami Juana, Manuel menanam sendiri sayuran dan buah organik untuk keperluan makan Juana. Untuk keperluan daging dan ikan, Manuel mengambil dari produsen terpercaya. Dua kali sebulan Juana mengonsumsi daging dan empat sampai lima kali sebulan mengonsumsi ikan.

“Hal terburuk dari kondisi yang aku alami bukanlah sakitnya. Namun tekanan psikologis yang kualami. Aku tak bisa menjalani hidup normal dengan keluargaku,” jelas Juana.

Juana tak bisa bercengkerama dengan keluarganya secara normal. Siapapun yang mau masuk ke ruangan tersebut harus terlebih dahulu mandi dengan alat mandi organik. Pakaian yang dipakai pun harus organik. Itupun siapapun yang menjenguk Juana tak boleh menyentuhnya. Dua anak Juana yang masing-masing berusia 29 tahun dan 26 tahun hanya diperbolehkan memeluk ibu mereka dua kali setahun, hal itu dilakukan dengan persiapan beberapa hari.

Juana memang tidak semestinya keluar dari rumah kaca. Namun setahun sekali dia harus keluar untuk melakukan pengecekan setelah beberapa tahun lalu ia divonis menderita kanker payudara. Perjalanan ke rumah sakit itu seperti mimpi buruk bagi Juana.  Kini, Juana menanti kelahiran cucu pertamanya, kabar bahagia ini disusul dengan secerca harapan Juana mampu melihat cucunya tersebut. Manuel dan Juana kini sedang menunggu kedatangan produk masker organik dari sebuah rumah sakit di Dallas, Amerika Serikat.

 

Tokopedia