Kisah Unik: Pantoja Pilih Jadi Tarzan Hidup Bersama Serigala

Marcos Rodriguez Pantoja, pria yang nyaman hidup dengan serigala (Oddity Central)
11 April 2018 10:00 WIB Chelin Indra Sushmita Viral Share :

Solopos.com, SOLO – Siapa yang tidak tahu kisah Tarzan si manusia rimba yang hidup bersama binatang liar? Kisah seperti ini ternyata ada di dunia nyata, seperti dialami seorang pria asal Spanyol, Marcos Rodriguez Pantoja.

Pria berusia 72 tahun itu merasa nyaman hidup bersama serigala liar di dalam hutan. Dia mengaku tidak nyaman hidup bersama manusia. Dia mulai tinggal bersama hewan buas itu setelah ditinggal sang ayah menikah lagi. Sebelumnya, dia telah kehilangan ibunya sejak berusia tiga tahun. Sepeninggal sang ayah, dia diasuh oleh pria tua yang sering mengajaknya ke gunung untuk menggembalakan kambing.

Pantoja merasa sangat bahagia bisa berinteraksi dengan hewan di alam bebas. Dia juga sangat menyayangi pria tua yang mengasuhnya. Namun, sebagian kebahagiaannya sirna saat si penggembala meninggal dunia. Sejak saat itu, dia memutuskan untuk tinggal di hutan bersama binatang.

Kehidupan Pantoja yang semula bahagia berubah menjadi duka saat dia ditemukan oleh penjaga hutan dan dibawa ke kota. Saat itu, dia yang berusia 19 tahun mulai belajar berinteraksi dengan manusia. Dia kemudian tinggal di panti sosial untuk mendapatkan pembinaan. Namun, kehidupan baru ini tidak membuatnya bahagia. Dia merasa tidak nyaman karena sering dimanfaatkan oleh teman-temannya.

Pantoja pernah menjajal kembali ke hutan untuk menemui kawanan serigala yang pernah menjadi temannya. Namun, dia tidak diterima dan malah hendak di mangsa oleh serigala tersebut. "Dulu, kehidupanku di hutan sangat bahagia. Aku berteman dengan semua binatang. Tapi, setelah aku berkumpul dengan manusia, binatang-binatang itu tidak mau menerimaku lagi. Padahal, dulu aku sangat akrab dengan serigala. Tapi, ketika sekarang aku kembali ke sana, mereka sudah tidak merespons panggilanku. Mereka malah hendak menerkamku," katanya seperti dilansir Oddity Central, Sabtu (7/4/2018).

Terlepas dari kekecewaan yang dirasakan, Pantoja merasa bahagia karena sebagian tetangga menerima dirinya. Dia sering membawa anak-anak di sekitar rumahnya ke hutan. Di sana, dia mengajarkan mereka untuk mencintai binatang dan menjaga lingkungan.