5 Kasus Kesurupan Massal di Indonesia

Wanita buruh korban kesurupan massal di pabrik garmen Kabupaten Semarang, Sabtu (10/3 - 2018). (Okezone.com/Taufik Budi)
12 April 2018 17:40 WIB Muhammad Rizal Fikri Viral Share :

Solopos.com, SOLO – Belum lama ini ramai pemberitaan kesurupan massal yang menimpa puluhan siswa SMK 4 Tangerang. Fenomena misteri itu dikabarkan karena salah satu siswa mengambil sebuah benda saat berkunjung ke Candi Prambanan.

Seperti diberitakan Solopos.com sebelumnya, siswa SMK 4 Tangerang menginap di LPP Convention Hotel, Demangan Baru, Depok, Sleman, DIY, Selasa (10/4/2018). Siangnya mereka berkunjung ke Candi Prambanan, kesurupan terjadi di hotel pada malam hari di waktu-waktu istirahat. Beberapa siswa histeris tanpa alasan.

Saat ditanya, ada seorang murid mengaku mengambil selendang dari Candi Prambanan. Setelah sadar, bocah itu baru sadar kalau yang dia ambil bukan selendang melainkan batu. Jadwal wisata keesokan harinya, Rabu (11/4/2018) semua dibatalkan. Bahkan saat proses check out, Rabu pagi masih ada murid yang berteriak histeris meminta pertolongan.

Meski masih sulit dijelaskan secara akal sehat, kasus kesurupan massal di Indonesia tak hanya terjadi satu dua kali. Dihimpun Solopos.com dari berbagai sumber, inilah lima peristiwa kesurupan massal yang pernah terjadi di Indonesia;

1. Kesurupan massal di Pabrik Garmen Kabupaten Semarang

Kisah misteri ini pabrik garmen PT Sahabat yang berlokasi di Desa Klepu, Kecamatan Pringapus, Kabupaten Semarang, Jawa Tengah. Hari itu, Sabtu (10/3/2018) siang kurang lebih pukul 14.00 WIB tiba-tiba seorang wanita buruh menunjukkan gejala kesurupan. Tak butuh waktu lama, beberapa buruh lain juga mengalami hal serupa.

“Karyawan PT Sahabat yang kesurupan sekitar 55 orang, mayoritas perempuan,” ungkap Kasubag Humas Polres Semarang AKP Teguh Susilo Hadi. Tidak diketahui secara pasti penyebab kesurupan tersebut.

2. Kesurupan massal di SMPN 13 Solo

Kisah misteri selanjutnya terjadi di SMPN 13 Solo. Dalam peristiwa ini ada enam siswa yang tiba-tiba berteriak histeris saat kegiatan belajar mengajar. Peristiwa ini dialami siswa kelas VII dan IX pada Kamis (26/10/2017).

Akibat kejadian itu sekolah terpaksa memulangkan seluruh siswa lebih awal. Berdasarkan informasi yang dihimpun Solopos.com, awalnya salah satu siswa tiba-tiba pingsan pada jam pertama KBM. Kemudian, satu hingga lima siswa di kelas lain berteriak histeris sambil meronta-ronta. Kejadian ini begitu cepat terjadi dan berpindah dari satu siswa ke siswa lainnya. Keenam siswa tersebut langsung dibawa ke musala sekolah.

Para guru dan ulama membacakan ayat suci Alquran sambil mengelus-elus kepala keenam siswa. Sedangkan semua siswa diminta masuk ke ruang kelas masing-masing untuk menggelar doa bersama.

3.Kesurupan massal pegawai pabrik bulu mata di Garut.

Pabrik bulu mata di Kabupaten Garut, Jawa Barat menjadi saksi bisu kesurupan massal yang dialami setidaknya 300 pegawainya.  Manajer PT Danbi Internasional, Doni Setiadi, menceritakan peristiwa itu terjadi pada Kamis pagi 31 Maret 2016. Tak lama setelah para pegawai memulai pekerjaaan, di bagian cutting ada pegawai yang menunjukkan gejala kesurupan. Tak lama pegawai lain menunjukkan gejala serupa.

Tak pasti apa yang menyebabkan peristiwa tersebut, manajemen pabrik memanggil dokter dan mempersilakan keluarga korban untuk membawa pulang keluarganya.

4. Kesurupan massal SMA Negeri 1 Pamekasan pasca-salat Istighosah.

Peristiwa kesurupan dekat dengan murid-murid di SMA Negeri 1 Pamekasan, Madura, Jawa Timur. Oleh karena itu, pada Rabu, 4 November 2015 murid-murid dan guru menggelar Salat Istighosah dengan tujuan mengusir makhluk jahat yang kerap menganggu.

Peristiwa kesurupan terjadi tak lama setelah Salat Istighosah dimulai. Dari barisan siswi yang salat terdengar teriakan. Kondisi itu disusul teriakan lain hingga setidaknya ada 30 siswi kesurupan. Setelah peristiwa itu sekolah meliburkan kegiatan belajar mengajar selama dua hari untuk keperluan pengusiran setan.

5. Kesurupan massal di SMPN 2 Wonomulyo, Polewali Mandar.

SMPN 2 Wonomulyo, Polewali Mandar, Sulawesi Barat menerima ancaman dari murid-murid yang kerusupan. Fenomena misteri ini terjad pada Selasa 18 November 2014 siang. Menjelang pulang sekolah belasan siswi tiba-tiba kesurupan.

Tak hanya histeris, siswi-siswi yang kerusupan marah-marah karena pohon cendana di halaman sekolah dirusak dan dikencingi. Bahkan para siswi yang kesurupan mengancam akan membunuh pelajar yang merusak pohon.

Tokopedia