Ramai-Ramai Protes Soal UN Matematika, Begini Curhat Kocak Netizen

Ilustrasi UNBK. (JIBI/Solopos - Dok.)
17 April 2018 16:25 WIB Jafar Sodiq Assegaf Viral Share :

Solopos.com, JAKARTA - Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Muhadjir Effendy, @muhadjir_effendy, mendapat banyak keluhan dari netizen milenial. Mereka mengeluh sulitnya Ujian Nasional (UN) tingkat Sekolah Menengah Atas (SMA) yang digelar pada 9-12 April lalu. 

Para peserta UN itu mengeluhkan soal UNBK yang tak sesuai dengan uji coba dan kisi-kisi. Netizen paling banyak mengeluh soal UN Matematika yang dinilai terlampau sulit.

"Pak tadi saya ke sekolah niatnya mau ngerjain soal mtk, kok malah jadi soal mtk yang ngerjain saya?" kata akun @emilfhanif.

“Dan utk pertama kalinya kami semua satu ruang ujian melog-out di menit terakhir, dgn waktu yg cukup singkat dan soal yg cukup rumit ini seperti tidak adil, krn kami seperti memasak apa yg kami sendiri tidak pernah tahu bahannya,” kata akun ajengshwa@xcl.nt.

Akun lainnya, @anon2585 meminta agar Mendikbud mengerjakan soal matematika agar tahu susahnya soal UNBK Matematika pada tahun ini. "Coba Pak, sekali kali kerjain UN Matematika yang sekarang, biar bapak tau betapa susahnya kita mengerjakan soal soal yang bapak kasih," keluh akun @anon2585.

Menanggapi hal ini, akun Twitter @kemendikbud juga menyampaikan terima kasih atas masukan para peserta ujian. Mereka juga memohon maaf karena tidak dapat menjawab semua keluhan yang disampikan.

"Terimakasih kepada #sahabatdikbud yang sudah menyampaikan masukan, kritik, dan saran atas soal UN Matematika jenjang SMA. Mohon maaf, kami tidak bisa menjawab satu per satu. Tapi semua ini akan kami sampaikan ke Panitia UN Pusat. Tetap semangat," ujar akun tersebut.

Tanggapan Menteri

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Muhadjir Effendy mengatakan pihaknya akan mencari pangkal masalah UNBK. Terutama soal Matematika yang dinilai sulit oleh siswa. "Kami akan segera evaluasi untuk menemukan pangkal masalah UN khususnya soal Matematika," katanya seperti dilansir Antara, Minggu (15/4/2018).

Dia mengakui bahwa soal Matematika untuk UN Sekolah Menengah Atas (SMA) sederajat memang berbeda karena lebih pada Matematika terapan.

Muhadjir mengakui mulai tahun ini, pihaknya menggunakan soal yang membutuhkan daya nalar tinggi atau "high order thinking skills" (HOTS). Selain itu juga pada tahun ini, untuk pertama kalinya sekitar 10 persen dari soal Matematika adalah isian singkat.