Pengunjung Diseruduk Rusa, Begini Tanggapan Pengelola Taman Balekambang Solo

Peragaan busana berbahan kain tenun lurik karya Indrias Senthir di Taman Balekambang Solo, Minggu (18/2 - 2018). (Solopos/M. Ferri Setiawan)
23 April 2018 18:40 WIB Irawan Sapto Adhi Viral Share :

Solopos.com, SOLO -- Pengelola objek wisata Taman Balekambang Solo meminta pengunjung tak mendekati atau mengganggu rusa yang dibiarkan bebas berkeliaran di Balekambang. Mereka mengakui rusa jantan di Taman Balekambang Solo beberapa kali menyerang pengunjung.

Pada Senin (23/4/2018) siang, tiga satpam Taman Balekambang Solo buru-buru berlari ke arah kolam Patung Partinah. Mereka beranjak dari tempat duduk di Pos Keamanan pintu masuk Taman Balekambang setelah mendengar teriakan dari empat orang pengunjung yang merasa ketakutan dikerjar seekor rusa besar. Dengan menggunakan sebuah batang bambu pendek, para satpam itu kemudian mencoba menjauhkan rusa jantan bertanduk tersebut dari pengunjung.

Salah satu satpam Taman Balekambang Solo, Doni Prabowo, 35, menyebut tidak kali ini saja rusa jantan itu menganggu pengunjung Taman Balekambang. Pada Minggu (22/4/2018) sore, rusa bertubuh besar tersebut malah menyeruduk salah satu pengunjung hingga menderita luka di bagian pantat.

Dia menjelaskan belakangan rusa jantan di Taman Balekambang memang bertingkah lebih agresif karena sedang memasuki masa berahi tinggi. Doni mejelaskan alasan rusa tak dikurung karena bisa stres.

Kepala UPT Kawasan Wisata Taman Balekambang Dinas Pariwisata (Disparta) Solo, Sumeh, meminta kepada masyarakat untuk tak mendekati atau mengganggu rusa bertanduk terutama saat memasuki masa berahi tinggi atau musim kawin yang biasanya terjadi pada periode Februari-April dan September-Desember.

“Bulan April ini termasuk masa berahi tinggi bagi para rusa. Jadi rusa jantan memang cenderung akan berubah lebih agresif. Kalau yang betina, tidak terlalu agresif. Kami imbau kepada para pengunjung sementara waktu untuk lebih waspada,” kata Sumeh.

Sumeh mengatakan pengunjung bisa dengan mudah mengetahui rusa jantan mana yang tengah dalam masa berahi tinggi. Biasanya rusa yang sedang dalam masa berahi memiliki tanduk kinclong dan badannya kotor. Tanduk rusa menjadi lebih kinclong karena menjadi lebih sering digunakan untuk menyeruduk pohon.

Dia mengatakan aktivitas itu dilakukan rusa jantan demi menarik perhatian rusa betina. Sedangkan penyebab badan rusa jantan menjadi lebih kotor saat masa berahi karena lebih sering berkubang di tanah atau lumpur demi mendingkan badan.

Disinggung soal tanggung jawab pengelola Taman Balekambang terhadap pengunjung yang harus mengalami luka karena diseruduk rusa, Sumeh mengaku pihaknya tidak punya anggaran khusus untuk memberikan santunan atau memberikan uang pengobatan.

Dia menyebut masyarakat mesti bisa bertanggung jawab atas keselamatan diri sendiri saat berktivitas di Taman Balekambang. Sumeh mengatakan Pengelola Taman Balekambang sudah melakukan antisipasi terkait kejadian seperti itu dengan memberikan imbauan.

Sementara itu saat dihubungi solopos.com, pemilik akun Instagram @novitagarda, Novita Garda Kusuma, 25, menceritakan susternya bernama Anis yang pada Minggu siang diseruduk rusa di Taman Balekambang kini sudah pulang dari RS Brayat Minulyo. 

“Sudah saya bawa pulang dari rumah sakit. Sekarang buat duduk sama berdiri jadi agak susah,” kata Novita. Sebelumnya pada Minggu sore, Novita lewat unggahan akun Instagramnya bercerita susternya diseruduk rusa saat berada di Taman Balekambang. Akibatnya, Anis harus mengalami luka yang membutuhkan penanganan 11 jahitan. Dia menuntut pengelola Taman Balekambang untuk bertanggung jawab akan hal itu. 

Tokopedia