Pemilik Bengkel yang Suruh Bocah Siram Diri Pakai Oli Menyesal

Ketahuan mencuri, bocah laki - laki diminta siramkan oli bekas ke kepala (Facebook)
01 Mei 2018 20:30 WIB Irwan A Syambudi Viral Share :

Solopos.com, SLEMAN -- Pemilik bengkel di Dusun Sangurejo, Desa Wonokerto, Kecamatam Turi, Sleman, menyesali perbuatannya yang menghukum seorang anak karena mencuri onderdil bekas dengan cara menyuruh si bocah mengguyur diri dengan oli bekas.

Pemilik bengkel, Arif Alfian, 37, mengaku menyesali perbuatannya. Awalnya, dia mengaku hanya ingin memberikan efek jera kepada anak dengan inisial ALD, 14, tersebut. Namun dia tidak menyangka bahwa tindakannya itu menjadi polemik di masyarakat setelah video anak yang mengguyur diri dengan oli bekas itu beredar luas. "Untuk ini saya minta maaf sudah melakukan [tindakan] tidak benar untuk anak. Dari hati saya minta maaf," kata dia, Selasa (1/5/2018).

Arif menjelaskan setelah anak tersebut ketahuan mencuri, dia pun melaporkan kepada Kepala Dusun setempat setelah ketahuan mencuri pedal persneling. Sebenarnya kepada anak itu dia memberi pilihan akan melaporkan ke orang tua, atau bertanggungjawab dengan mengguyur diri dengan oli. "Dia ambil oli guyur sendiri, biar kapok enggak mencuri lagi. [setelah diguyur] Isinya tinggal separo di jerigen," kata dia.

Menurutnya harganya barang yang dicuri memang tidak seberapa, tetapi dia hanya ingin memberikan pelajaran ajar tidak mencuri lagi. Dia berdalih sebenarnya tidak memaksa dan itu berdasarkan pilihan sang anak sendiri.

Namun demikian, seusai kejadian tersebut, Arif pun mengakui bahwa dirinya melakukan cek dan ricek di sekolah anak tersebut. Dari hasil penelusurannya, dia akhirnya tahu anak tersebut sudah yatim piatu. Ia pun mengaku sangat menyesal.

Arif mengaku telah bertemu wali anak tersebut. "Awalnya saya enggak tahu, begitu saya tahu [yatim paitu] saya dan istri justru ingin membantu sekolah anak tersebut.

Paman sekaligus ayah angkat ALD, Sunardi membenarkan jika kemenakannya itu merupakan yatim piatu. Sejak 2015 lalu ayah kandungnya meninggal karena jatuh dari pohon dan ibunya juga meninggal setelahnya karena mengalami sakit.

Saat mendampingi ALD di Polres Sleman, Senin pagi. Sunardi menjelaskan kondisi kemenakannya setelah peristiwa yang viral itu. "Ya seperti ini kondisi anaknya, secara umum baik-baik saja setelah disuruh siram oli ke kepala dan badannya. Tidak mengeluh sakit, kulitnya normal, tapi tidak tahu kalau dalam tubuhnya," katanya.

Dia mengakui sempat terkejut mengetahui kemenakannya itu dibilang mencuri dan disuruh mandi oli oleh pemilik bengkel. Menurutnya, baru pertama ini ALD mengambil barang milik orang lain. Dalam kesehariannya, ALD bukanlah anak yang nakal. "Pagi-siang sekolah, terus pulang, ya main sama temannya pas waktu luang. Dan malam ngaji di pondok. Jadi saya tidak menyangka seperti ini," ujarnya.