Bus Polisi Nyangkut Viaduk Gilingan Solo, Siapa Salah? Ini Jawaban Warganet

Bus Polrestabes Semarang tersangkut Viaduk Gilingan (Facebook/Setiya Pastibahagia)
06 Mei 2018 18:35 WIB Muhammad Rizal Fikri Viral Share :

Solopos.com, SOLO – Viaduk di daerah Gilingan, Banjarsari, Solo menjadi perhatian warganet belum lama ini. Bus polisi milik Polrestabes Semarang tersangkut di palang bagian atas viaduk, Sabtu (5/5/2018). Setelah menjadi gunjingan mengenai siapa yang salah dalam peristiwa tersebut, ini jawaban kocak warganet.

Informasi mengenai peristiwa mobil polisi tersangkut di viaduk Gilingan itu diunggah pemilik akun Facebook Setiya Pastibahagia di grup Facebook Info Cegatan Solo dan Sekitarnya. “Korban meneh lur, Viaduk Gilingan. Bis e Pak Polisi, [Korban lagi di Viaduk Gilingan. Kali ini bus milik polisi]” tulis Setiya Pastibahagia seraya melampirkan sebnuah foto.

Dalam foto yang ramai komentar itu tampak bus polisi warna abu-abu gelap. Bagian atas bus, tepatnya di mesin AC tampak rusak tersangkut besi portal viaduk. Akibat insiden tersebut terjadi kemacetan di sekitar Viaduk Gilingan. Tampak beberapa polisi melihat ke arah bus yang masih tersangkut.

Peristiwa ini sontak menjadi gunjingan warganet, salah satunya diunggahan fanpage Facebook Solopos.com, Sabtu malam. Dalam unggahan tersebut warganet menjawab pihak yang salah dalam peristiwa bus polisi tersangkut di Viaduk Gilingan. Tentu saja jawaban warganet bernuansa sindiran dan candaan.

“Yang salah portalnya, mau dilewati kok tidak mau minggir,” tulis Rohamd Ihsan Sholihin.

“Portalnya harus jinjit,” sahut Arief Koji Prasetyo.

“Portalnya bisa kena pasal ini, dianggap melawan petugas. Semoga minta sidang, jangan mau diajak damai,” canda Imanuel Krisnandhi.

“Portalnya yang salah, polisi itu paling pintar masalah lalu lintas,” tulis Supri Yadi.

“Portalnya dong yang salah, sudah tahu yang punya jalan mau lewat, kok ga mau naik sedikit,” tulis Ikanurharyanti.

Sedikit berbeda dengan jawaban warganet lainnya, akun Mbah Bodro menganggap jalan di Viaduk Gilingan yang salah. “Jalannya yang salah, kenapa harus berada di bawah portal?” canda Mbah Bodro.