Youtuber Bule Kritik Bahasa Inggris Jokowi, Megawati, hingga Soekarno

Sacha Stevenson nilai kemampuan berbahasa Inggris para Presiden Indonesia (Youtube)
10 Mei 2018 01:45 WIB Muhammad Rizal Fikri Viral Share :

Solopos.com, JAKARTA – Bahasa Inggris merupakan bahasa Internasional yang biasa digunakan di acara-acara internasional. Oleh karena itu sudah menjadi hal biasa bagi presiden-presiden di negara non-berbahasa Inggris untuk mampu berbahasa Inggris, tak terkecuali Indonesia.

Belum lama ini, Youtuber Sacha Stevenson mencoba mengevaluasi kemampuan berbahasa Inggris Presiden Indonesia dari masa ke masa. Ia mengambil data rekaman suara saat para presiden berpidato atau bebicara dengan bahasa Inggris. Sacha mendapat data suara semua tokoh yang pernah menjadi Presiden Indonesia kecuali Soeharto.

Video mengevaluasi kemampuan berbahasa Inggris dari tokoh-tokoh populer itu menjadi salah satu video andalan di channel Youtube milik Sacha yang dinamai dengan Seleb English. Video mengevaluasi Presiden Indonesia diunggah pada 26 April 2018.

Sacha memulai penilaian dengan rekaman Soekarno saat berpidato. Sacha menganggap kemampuan Soekarno dalam berbahasa Inggris cukup bagus. Namun Sacha menangkap beberapa kesalahan pengucapan.

“Ga terlalu penting kan, iya, saya tahu. Secara keseluruhan, Soekarno cukup bagus,” ucap Sacha.

Selanjutnya Sacha menilai kemampuan berbahasa Inggris dari presiden ke-5 Indonesia, Megawati Soekarno Putri. “Melelahkan, kata besar semua, dan salah penekanan di suku kata tiap kali. Capai sekali ndengerinnya,” ucap Sacha.

Youtuber berdarah Kanada itu berasumsi orang-orang yang mendengarkan pidato tak paham dengan apa yang diutarakan Megawati. Sacha juga berasumsi Megawati tak paham dengan isi pidato, meski demikian, Sacha malah menyalahkan pihak yang menyusun naskah pidato Megawati.

Untuk selanjutnya, Sacha menilai Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), B.J Habibie dan Abdurahman Wahid (Gusdur). Dari ketiga presiden itu, Sacha menganggap ketiganya memiliki kemampuan berbahasa Inggris di atas rata-rata. Di antara ketiganya Sacha menganggap Habibie sebagai terfavorit.

Terakhir Sacha menilai kemampuan Presiden Joko Widodo (Jokowi). Sacha menekankan Jokowi masih melakukan beberapa kesalahan penekanan saat mengucap kata. Bahkan Sacha menangkap kesalahan fatal saat mengucapkan 'relationship'. Akhir P dibaca F oleh Jokowi.

“Jika Jokowi membaca pidato Megawati, menurutku sama saja seperti bencana alam. Tapi Jokowi mampu membuat pidatonya sederhana dan tak rumit,” jelas Sacha.
Tonton video Sacha Stevenson menilai kemampuan presiden berbahasa Inggris di bawah ini;

 

Ramadan Ekstra - Promo Belanja Kebutuhan Lebaran 2018 - Tokopedia