Aktor Serbu Mal Ala Militan ISIS demi Promo Film

Aktor Iran dandan ala ISIS untuk promo film (Odditycentral.com)
11 Mei 2018 01:10 WIB Chelin Indra Sushmita Viral Share :

Solopos.com, TEHERANAda banyak cara yang bisa dilakukan untuk mempromosikan sebuah film terbaru. Biasanya, tim produksi menggelar acara meet and greet di pusat perbelanjaan dengan mengajak serta sejumlah aktor dalam film tersebut. Tapi, ada pula cara unik seperti yang dilakukan tim produksi dilm Damascus Time di Iran.

Sejumlah aktor yang bermain di film Damascus Time, berdandan mengenakan kostum ala tentara Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS) saat mengunjungi salah satu mal di pusat Kota Teheran, Iran. Para aktor tersebut membawa senjata mainan agar penampilan mereka tampak garang layaknya tentara ISIS.

Aksi unik yang dilakukan bintang film Damascus Times, Senin (7/5/2018)berhasil membuat pengunjung Kourosh Complex, Teherah, Iran, ketakutan. Selain menenteng senjata dan bom rakitan palsu, ada pula aktor yang masuk ke mal dengan menunggang kuda. Mereka menyerbu mal dengan memekikkan takbir. Kepanikan terjadi saat mereka menerobos masuk ke mal.

Sejumlah pengunjung mal Kourosh Complex yang ketakutan lari terbirit-birit untuk menyelamatkan diri. Sementara beberapa lainnya yang mengenali wajah para aktor itu malah tertawa. Mereka sadar jika sedang dikerjai oleh para aktor yang tengah mempromosikan film itu.

"Saya melihat ada pengunjung mal yang ketakutan dan lari menyelamatkan diri. Sementara beberapa lainnya tertawa karena menyadari jika serangan itu hanya gimik. Namun, kesan pertama yang saya tangkap adalah kepanikan. Pengunjung sangat kaget melihat ada tentara berkuda yang menyerbu mal," kata sutradara film Damascus Time, Ebrahim Hatamikia, seperti dilansir Oddity Central, Kamis (10/5/2018).

Meski ide promo film itu brilian, polisi Teheran menyebutnya sebagai suatu kesalahan. Sebab, tim produksi tidak melaporkan terlebih dahulu rencana aksi menghebohkan tersebut. "Yang terjadi di mal Kourosh jelas melanggar hukum karena tidak dikoordinasikan dengan polisi. Aksi tersebut adalah kesalahan besar dan lelucon yang sangat menghina," kata Kepala Polisi Teheran, Hossein Rahimi.

 

 

A post shared by pedram (@pedram_firuzi) on May 7, 2018 at 7:53am PDT