Awas Hoax! Postingan Medsos Soal Bom Surabaya

Ilustrasi ledakan bom. (Solopos/Whisnupaksa Kridhangkara)
14 Mei 2018 04:00 WIB Muhammad Rizal Fikri Viral Share :

Solopos.com, SURABAYA – Peristiwa pengeboman di tiga gereja di Surabaya, Jawa Timur, Minggu (13/5/2018) pagi memancing berbagai komentar. Dari banyaknya komentar yang ada, warga harus bisa memilah-milah dan tidak terpancing komentar yang menghasut dan menyebar kebencian.

Berdasarkan penelusuran Solopos.com, Minggu sore, di fanpage Facebook Mak Lambe Turah, ada oknum pengguna akun Facebook yang menyebut pengeboman di Surabaya adalah pengalihan isu. Pengguna akun Diana Nadia itu meminta warganet untuk tetap fokus mensukseskan taga #2019GantiPresiden.

“Surabaya berduka, 10 meninggal, 41 luka-luka, kamu masih bilang settingan?” tulis Mak Lambe Turah seraya mengunggah capture staus Diana Nadia.

Informasi unggahan yang menjurus ke ujaran kebencian itu viral. Kurang lebih empat jam setelah diunggah, informasi tersebut sudah dibagikan ulang lebih dari 3.300 kali dan kolom komentarnya diisi lebih dari 4.800 komentar. Berdasarkan pantauan Solopos.com, kebanyakan komentar mengecam si pembuat status.

“Dasar gila, pengalihan isu kok sampai banyak yang mati, gak punya otak,” tulis Egi Murhani.

“Haha, ada satu lagi manusia ini sepertinyalebih dari teroris. Bisa jadi dia biang semua ini. Sangat tidak berpendidikan otak dan pemikirannya,” tulis Joko Oktora.

“Di mana hati nurani kamu Bu, banyak yang meninggal kok settingan,” tulis Eny Rahma.

“Ayo sama-sama dilaporin aja orang-orang yang menganggap pembunuhan dan kekejaman seperti ini pengalihan isu. Biar mereka diciduk, tulis Santy Mamanya Neo.

 

Pengeboman di Surabaya menyerang tiga lokasi yang ketiganya merupakan tempat ibadah. Tempat-temapt yang dibom adalah, Gereja Santa Maria Tak Bercela, Ngagel, Gereja Pantekosta Pusat Surabaya (GPPS) di jalan Arjuno, dan Gereja Kristen Indonesia (GKI) jalan Diponegoro.