Kisah Misteri: Hilang 4 Hari, Wisatawan Bungker Kaliadem Ngaku Naik Merapi 2 Kali

Tim SAR, Komunitas Wisata Kaliadem, dan relawan sesaat sebelum berangkat mencari korban, Kamis (22/2/2018) siang. (Harian Jogja/Abdul Hamid Razak)
18 Mei 2018 06:10 WIB Muhammad Rizal Fikri Viral Share :

Solopos.com, SLEMAN – Sebuah kisah misteri terjadi di Gunung Merapi pada Bulan Februari 2018. Seorang pria bernama Warsito, 33, selamat setelah dinyatakan hilang selama empat hari. Apa yang dialami Warsito tak bisa dibayangkan dengan akal sehat.

Seperti diberitakan Solopos.com, Minggu (25/2/2018) Warsito awalnya sedang berkunjung ke Bungker Kaliademdi Pakem, Sleman. Warsito kemudian hilang, bukan satu atau dua hari, Warsito ditemukan setelah empat hari hilang.

Tokopedia

Ia ditemukan Minggu (25/2/2018) di pos dua Paseban Labuhan (jalur pendakian Kinahrejo) sekitar 10 meter di atasnya. Warsito ditemukan dalam kondisi lemas, tapi tak menderita luka serius. Bahkan masih bisa berkomunikasi lancar saat ditemukan.

Saat diwawancarai Harian Jogja, Senin (26/2/2018), Warsito mengaku dua kali naik ke kawah Merapi untuk menghangatkan tubuh. Entah sadar atau tidak, Warsito menaiki kawah Merapi tanpa peralatan mendaki.

Warsito sempat berusaha turun pada Jumat (23/2/2018), namun karena tebalnya kabut dan situasi hujan, Warsito tak kuasa mencari jalan keluar. Ia bertahan di sebuah tebing tanpa bekal apapun. Waktu itu Warsito hanya membawa jaket, ponsel, dan rokok. Untuk bertahan hidup, Warsito memakan bunga-bunga yang ia temui. Air hujan ia gunakan untuk melepas dahaga.

Seorang pakar supernatural, Setyo Nugroho, ikut mencari Warsito saat hilang. Menurutnya secara nalar tidak mungkin Warsito melakukan apa yang ia ceritakan. Apalagi Warsito diketahui tak memiliki pengalaman mendaki. Setyo menduga ada andil alam gaib dalam pengalaman Warsito.

“Kecuali alam gaib yang membawanya. Kalau kondisi diatas sedingin itu [5-10 derajat celsius] seorang pendaki hebat pun akan mikir 1000 kali lipat,” jelas Setyo.

Setyo berpesan kepada wisatawan atau pendaki, agar tidak main-main saat ke Merapi. Etika harus dijaga karena Merapi penuh misteri.

Kisah misteri tentang hilangnya Warsito ini juga dikomentari Masbekel Anom Suraksosihono (Mbah Asih) juru kunci Merapi. Putra almarhum Mbah Marijan itu berpesan kepada wisatawan agar berhati-hati selama berkunjung ke Bungker Kaliadem.

“harus disiapkan bekal. Di sana ada pembatas. Kalau memang hanya jalan-jalan ya di sekitar itu saja,” ujar Mbah Asih.