Jangan Main-Main! Ini 5 Kasus Kematian Karena Camilan

Ilustrasi permen Halloween (nourishfamily.com)
18 Mei 2018 06:45 WIB Muhammad Rizal Fikri Viral Share :

Solopos.com, SOLO – Permen atau camilan adalah menu yang biasa disajikan di rumah-rumah. Makanan tersebut juga biasa menjadi pilihan dikala menghabiskan waktu luang. Di balik kesannya yang ceria itu, ada lima kasus yang melibatkan permen dan camilan berakhir dengan melayangnya nyawa seseorang.

Berdasarkan penelusuran Solopos.com di laman listverse.com, Kamis (17/5/2018), kisah tragis yang melibatkan permen atau camilan ini memiliki detail cerita beragam. Ada yang murni kecelakaan, kelalaian manusia, hingga pembunuhan.

Berikut ini lima kasus kematian yang melibatkan konsumsi permen atau camilan:

1. Ledakan Permen Karet

Tokopedia

Mahasiswa asal Ukraina, Vladimir, 25, tewas mengenaskan saat mengunyah permen karet. Saat kejadian Vladimir berada di rumah karena kuliahnya libur. Sebuah ledakan di kamar Vladimir membuat ibunya memeriksa kamar putranya. Saat diperiksa sang ibu menemukan Vladimir yang sudah dalam kondisi kritis dengan bagian wajah rusak karena ledakan.

Hasil pemeriksaan tim forensik mendapati unsur kimia tak biasa di permen karet yang dikunyah Vladimir. Unsur tersebut dianggap menjadi penyebab permen karet tersebut meledak. Vladimir adalah mahasiswa jurusan Kimia di Kiev Polytechnic Institute.

Teman dan keluarga Vladimir menyatakan kalau Vladimir memang kerap melakukan percobaan-percobaan kimia, namun tidak mengetahui percobaan tentang permen karet tersebut.

2. Pestisida di Kue Kering

Kisah tragis karena camilan kue kering menimpa sebuah keluarga di Provinsi Punjab, Pakistan pada 2016. Niat mengadakan tasyakuran kelahiran anak malah berakhir tragis.

Ayah dari bayi tersebut berniat merayakan kelahiran putranya, ia membeli kue kering yang biasa disebut dengan laddoo. Kue yang mirip dengan kue nastar itu disajikan di saat banyak keluarga dekat berkunjung. Tak lama setelah mengonsumsi laddo,  sang ayah dan 11 keluarga dekat tewas keracunan pada hari tersebut.

Penyelidikan pun dilakukan, polisi mendapatkan fakta pemilik toko kue meminjamkan ruangan di tokonya pada pemilik toko pestisida saat tokonya direnovasi. Diyakini laddo yang dijual toko kue telah terkontaminasi pestisida. Laddoo beracun itu membuat lebih dari 70 pelanggan keracunan, 23 di antaranya meninggal dunia.

3. Bakteri di Permen Apel

Bakteri bernama Listeria monocytogenes bertanggung jawab atas tewasnya empat orang di Amerika Serikat. Orang-orang tersebut jatuh sakit setelah mengonsumsi permen rasa karamel apel. Para 2015 petani apel asal California harus menghentikan produksi olahan apel setelah kabar penyebaran bakteri tersebut tersiar.

Produk olahan apel, salah satunya karamel apel diklaim menjadi sarang penyebaran bakteri tersebut ke manusia. Empat orang dikabarkan meninggal dunia dan puluhan lainnya jatuh sakit. Bakteri ini lebih mudah menyerang ibu hamil, bayi, dan individu dengan sistem imun lemah.


4. Agar-Agar Beracun

Julia Lynn Turner asal Texas, Amerika Serikat melakukan pembunuhan legendaris menggunakan agar-agar. Julia didakwa membunuh suami dan pacarnya menggunakan agar-agar beracun. Pembunuhan pertama dilakukan pada 1995, serta pembunuhan kedua dilakukan pada 2001.

Suami julia, Glenn Turner meninggal karena gagal jantung pada 1995. Sebelumnya, pria yang berprofesi sebagai polisi itu sempat dirawat di rumah sakit karena gejala flu. Sehari setelah pulang ke rumah, Glenn meninggal dunia, pada waktu itu gagal jantung dianggap sebagai penyebab meninggalnya Glenn.

Uang pensiun dan asuransi yang didapat Julia setelah meninggalnya Glenn digunakan untuk membeli rumah. Julia memulai hidup baru dengan selingkuhannya, Randy Thompson. Keduanya dikaruniai dua anak, putra dan putri.

Randy meninggal pada tahun 2001 dengan kronologi yang sama seperti Glenn. Hal ini membuat kepolisian mengautopsi jenazah Randy. Di tubuhnya ditemukan zat ethylene-glycol yang menyebabkan gagal jantung. Julia diketahui memberi makan suami dan pacarnya menggunakan agar-agar sepulang dari rumah sakit.

Julia divonis bersalah oleh pengadilan pada 2004 dan 2007. Ia ditemukan tewas di ruang tahanan karena bunuh diri pada 2010,

5. Sianida di Permen Halloween

Seorang ayah tega meracuni anaknya dengan sianida demi uang asuransi. Pada 1974 bocah asal Pasadena, California, Amerika Serikat, Timothy, 8, merayakan Halloween bersama ayahnya, Ronald Clark O’Bryan. Mereka berkeliling lingkungan sekitar rumah untuk meminta permen.  Keduanya sempat melewati sebuah rumah mewah namun kecewa karena tak mendapat permen dari rumah tersebut.

Saat melanjutkan perjalanan, ayah Timothy, Ronald Clark O’Bryan, menghampiri Timothy seraya membawa permen. “Pemilik rumah mewah itu akhirnya mau mengeluarkan permen mahal mereka,” ucap Ronald.

Tanpa berpikir panjang Timothy menikmati permen tersebut. Malam harinya Timothy mengeluh sakit tak tertahankan di perut. Semakin malam Timothy semakin kesakitan hingga muntah-muntah. Pagi hari nya Timothy dinyatakan meninggal dunia.

Penyelidikan polisi mengungkap fakta terdapar racun sianida ditemukan di tubuh Timothy. Racun tersebut cukup banyak karena disebut mampu menewaskan tiga orang dewasa. Kecurigaan polisi mengarah ke permen yang dikonsumsi Timothy, dari situ ditemukan permen-permen yang diberikan oleh Ronald juga mengandung sianida.

Ronald ditetapkan menjadi terdakwa yang kemudian divonis bersalah dengan hukuman mati. Ronald tega membunuh putranya karena godaan uang asuransi.