Jangan Bercanda Bom di Pesawat, Ini Ancaman Hukumannya

UU Penerbangan (Instagram kemenhub151)
29 Mei 2018 15:30 WIB Muhammad Rizal Fikri Viral Share :

Solopos.com, SOLO – Belum lama ini ramai dibicarakan ancaman bom di pesawat Lion Air rute Pontianak-Jakarta. Sesuatu yang disebut sebagai ancaman itu sebenarnya hanya gurauan salah satu penumpang pesawat. Meski hanya gurauan, efek mencekamnya nyata, kini pria yang bercanda itu terancam hukuman penjara maksimal delapan tahun.

Terkait peristiwa tersebut, melalui akun Instagram @kemenhub151,Kementerian Perhubungan (Kemenhub) RI merilis imbauan agar warga masyarakat tak bercanda soal bom. Mengutarakan informasi palsu di bandara atau pesawat dapat dikenakan pidana penjara, Selasa (29/5/2018).

Kemenhub berpatokan pada UU No.1 Tahun 2009 tentang penerbangan. Di UU tersebut pasal 437 ayat (1) dituliskan; Setiap orang yang menyampaikan informasi palsu yang membahayakan keselamatan penerbangan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 344 huruf E, dipidana dengan penjara paling lama satu tahun.

Apabila dalam candaan atau persebaran informasi palsu di pesawat itu sampai menyebabkan kecelakaan dan kerugian harta benda, pelaku bisa dijerat hukuman penjara maksimal delapan tahun, sebagaimana tertuang dalam Pasal 437 ayat (2); Dalam hal tindak pidana sebagaimana dimaksud di ayat (1) mengakibatkan kecelakaan atau kerugian harta benda, dipidana dengan pidana penjara paling lama delapan tahun.

Sebagaimana diberitakan Solopos.com sebelumnya, peristiwa gurauan bom yang membuat kacau penumpang pesawat itu terjadi Senin (28/5/2018) malam di Bandara Internasional Supadio Kubu Raya, Pontianak, Kalimantan Barat. Tujuh penumpang mengalami luka ringan akibat insiden tersebut.

Pria bernama Frantinus Nigiri salah satu penumpang Lion Air dengan nomor penerbangan JT 687 tujuan Pontianak-Jakarta sudah ditetapkan menjadi tersangka. Sesuai aturan berlaku, Kapolresta Pontianak, AKBP Wawan Kristyanto mengonfirmasi Nigiri sudah diamankan dan bisa dikenai sanksi maksimal delapan tahun.