Video Ular Piton Pemakan Manusia di Sultra Dibelah, Ngeri!

Perut ular piton dibelah untuk mengeluarkan jasad Wa Tiba (Facebook)
16 Juni 2018 20:39 WIB Muhammad Rizal Fikri Viral Share :

Solopos.com, MUNA – Sebuah kisah tragis ular memakan manusia terjadi di Desa Persiapan Lawela, Kecamatan Lohia, Kabupaten Muna, Sulawesi Tenggara (Sultra), Jumat (15/6/2018). Wanita lanjut usia, Wa Tiba, 54, ditelan bulat-bulat oleh seekor ular Piton saat hendak membuka lahan perkebunan. Video penemuan Wa Tiba di dalam perut ular kini viral di media sosial (medsos).

Berdasarkan penelusuran Solopos.com, Sabtu (16/6/2018), salah satu video viral diunggah di akun Facebook Jiwa Yang Terluka. Dalam video berdurasi lebih dari tiga menit itu tampak ular piton dengan perut menggembung.

Menggunakan parang, seorang pria secara hat-hati membelah perut piton tersebut. Setelah terbuka tampak jasad Wa Tiba yang masih utuh dan penuh lendir. Terdengar teriakan dan tangisan warga di video tersebut.

Seperti diberitakan Solopos.com sebelumnya, Wa Tiba pamit kepada dua anaknya untuk ke kebun pada Kamis (14/6/2018) malam pukul 19.00 Wita. Wa Tiba ingin menjaga kebun jagung agar tak dimasuki hama babi.

Tak seperti biasanya, Wa Tiba tak pulang hingga Jumat pagi. Seorang anak Wa Tiba melaporkan peristiwa itu ke pamannya, La Miranda, 48. Saat dicari dikebun, La Miranda hanya menemukan senter, parang, dan sepasang sandal milik Wa Tiba. La Miranda menduga kakaknya itu diserang binatang buas.

“Saya kemudian pulang, saya panggil warga lainnya termasuk anaknya untuk mencari kakak kandung saya itu,” jelas La Miranda.

Ada sekitar 100 orang mencari Wa Tiba. Kira-kira Jumat pukul 09.30 Wita, seorang warga bernama La Ode Fendi menemukan ular yang sudah tak bisa banyak bergerak, kira-kira 15 meter dari ditemukannya sandal Wa Tiba.

Ular jenis piton itu sepanjang tujuh meter dengan perut menggembung. La Ode Fendi memanggil warga lainnya. Ular yang sudah tak berdaya itu langsung ditebas kepalanya. “Kami kepung, ular itu sudah tak banyak melawan, langsung kami potong kepalanya dengan parang,” ucap salah seorang warga Sofian.