Shamma Al Mazrui, Menteri Termuda di Dunia Dengan Segudang Inovasi

Menteri Urusan Kepemudaan UEA, Shamma AL Mazrui (Instagram)
26 Juni 2018 08:10 WIB Muhammad Rizal Fikri Viral Share :

Solopos.com, ABU DHABI – Jabatan sebagai menteri sebuah negara bukanlah jabatan main-main. Biasanya orang-orang berpengalaman di bidangnya yang ditunjuk untuk mengisi posisi seorang menteri. Nah, tuntutan pengalaman itu membuat kecenderungan seseorang menjadi menteri di usia yang tak lagi muda. Namun tampaknya kecenderungan itu tak berlaku bagi perempuan muda Shamma Al Mazrui.

Shamma adalah perempuan kelahiran Abu Dhabi tahun 1994. Kecerdasan dan pola pikirnya membuat Shamma menjadi menteri termuda di dunia. Pada 2016 saat ia masih berusia 22 tahun, Shamma diangkat menjadi Menteri Urusan Kepemudaan di Uni Emirat Arab (UEA).

Shamma merupakan lulusan jurusan Ekonomi setara S1 di Universitas New York Abu Dhabi. Pada 2015, Shamma menyelesaikan S2 jurusan Kebijakan Publik di Universitas Oxford, Inggris.

  • Shamma Al Mazrui (tengah) melihat terobosan bisnis dari generasi muda di UEA 

Dikutip dari Wikipedia, Senin (25/6/2018), Shamma pernah magang di Kedutaan UEA untuk Amerika Serikat. Dia juga pernah menjadi Analis kebijakan publik UEA untuk PBB. Cerita tentang pengangkatanya menjadi menteri juga tak kalah unik. Perdana Menteri Mohammad bin Rashid Al Maktoum mencuitkan pertanyaan kepada universitas di UEA. Dalam cuitan itu dicari sosok muda yang cocok untuk mengisi Menteri Urusan Kepemudaan. Nama Shamma muncul ke permukaan hingga ia terpilih.

Selama menjabat sebagai menteri, Shamma membuka Dewan Pemuda Nasional yang mengumpulkan pemuda-pemuda berprestasi dari berbagai latar belakang dan keahlian. Shamma juga mendirikan Komunitas Pemuda yang memungkinkan generasi muda untuk ikut berdiskusi dan berpartisipasi dalam rapat-rapat membahas isu-isu penting seperti pendidikan hingga perubahan iklim.

  • Shamma Al Mazrui menjadi narasumber di Youth Circles

Melalui inovasinya, awal tahun 2018 Shamma masih dalam daftar Tujuh Perempuan Aktivis di bawah 23 tahun yang Mampu Mengubah Dunia. Daftar tersebut dirilis saluran berita CNBC.

Tak hanya itu, Shamma juga masih dalam daftar Forbes bertajuk 30 under 30 2018 untuk wilayah Timur Tengah. Daftar tersebut mengumpulkan 30 orang di bawah usia 30 tahun dari berbagai latar belakang yang mampu mengubah dunia dengan keahliannya.

Tokopedia