Ini Kondisi Kakek Mustafa, Peminum Tinta Pilkada Dikira Kopi

Mustafa dirawat di rumah sakit akibat keliru minum tinta Pilkada yang dikira kopi karena ngantuk. (Liputan6.com)
29 Juni 2018 18:29 WIB Newswire Viral Share :

Solopos.com, PONTIANAK -- Masih ingat kakek Mustafa? Kakek-kakek berusia 62 tahun yang meminum tinta pemilu gara-gara ngantuk lalu dikira kopi. Mustafa merupakan anggota Linmas yang menjaga TPS 01 Kelurahan Sungai Jawi Luar, Kecamatan Pontianak Barat, Kota Pontianak, Kalimantan Barat. Sehari sebelumnya, dia juga ikut membangun TPS Sebelumnya, ia tidak hanya menjaga TPS, tetapi juga ikut membangun TPS tersebut.

Dikutip Liputan6.com, Jumat (29/6/2018), para tentara yang membantu berjaga di TPS itu menolong Mustafa. Tak hanya itu, Mustafa akhirnya mendapat pemeriksaan kesehatan lengkap dan menyeluruh. "Baru kali ini, saya diperiksa kesehatan lengkap," kata Mustafa.

Mustafa beryukur, hasil pemeriksaan medis oleh dr Nanik Darmawati menyimpulkan kalau kakek itu baik-baik saja. Pemeriksaan tergolong menyeluruh hingga laboratorium untuk mendapatkan informasi efek toksifitas tinta pilkada dalam tubuh Mustafa.

"Yang paling dasar adalah pemeriksaan tensi darah, lalu foto rontgen, pengambilan dan pengecekan darah di laboratorium serta pemeriksaan EKG jantung," kata dr. Nanik Darmawati.

Seusai diperiksa dan dinyatakan baik-baik saja, Mustafa diizinkan pulang. Lagi-lagi ia mendapat kejutan karena dijemput Kepala Staf Kodim (Kasdim) 1207/Berdiri Sendiri Letnan Kolonel Infanteri Hardi Darmawan, Danramil 1207-03/Pontianak Barat, Mayor Inf Eko, Babinsa Sungai Jawi Luar Sertu Supriyadi dan Bamin Komsos Ramil 03, Sertu Matares.

"Ini adalah kewajiban TNI. Sesuai arahan dari Dandim 1207/BS Kolonel Inf Ulysses Sondang. Kakek Mustafa, kan, termasuk kecelakaan saat bertugas," kata Letkol (inf) Hardi Darmawan.

Kisah Lucu
Sebagaimana diberitakan sebelumnya, Pilkada 2018 ini menyisakan kisah lucu bagi Mustafa. Karena kelelahan dan mengantuk dia mengira tinta pilkada adalah kopi maka dia meminum tinta.

Raga tuanya tak sebanding dengan semangatnya mengabdi. Benaknya dipenuhi tugas menjaga kelancaran pilkada, agar hak masyarakat terjaga. Mustafa lelah dan mengantuk. "Sungguh mengantuk ini tak kuat saya tahan. Saya lelah," kata Mustafa, Rabu (27/6/2018).

Mata yang mengantuk dikuatkan mitos bahwa kopi mampu mengusir rasa kantuk menyebabkan Mustafa ingin minum kopi. Ia bersyukur, di TPS tempatnya bertugas disediakan kopi. Tangan keriputnya menjulur, ia mengambil kopi itu dan meminumnya. "Rasanya kok aneh. Saya minum lagi seteguk, tak berubah rasanya," kata Mustafa.

Ternyata rasa mengantuk menyebabkan ia salah ambil. Maksud hati mengambil secangkir kopi, ternyata tangannya mengambil tinta pilkada. Mustafa langsung dibawa ke Rumah Sakit Kartika Husada, Jalan Adi Sucipto, Kabupaten Kubu Raya untuk diperiksa kesehatannya.

 

Tokopedia