Gara-Gara Teriakan Emak-Emak, Pria Tua Asal Meksiko Dihajar

Rodolfo Rodriguez, 92, asal Meksiko mengalami luka-luka setelah dihajar massa di Los Angeles, California, AS, Rabu (4/7 - 2018). (Dailymail.com)
11 Juli 2018 15:45 WIB Ginanjar Saputra Viral Share :

Solopos.com, LOS ANGELES -- Rodolfo Rodriguez, kakek-kakek berusia 92 tahun asal Meksiko yang tak mampu berbahasa Inggris harus mengalami kisah tragis saat dirinya berjalan-jalan di Los Angeles, Kalifornia, Amerika Serikat (AS), Rabu (4/7/2018) malam. Rodriguez dipukuli sejumlah orang menggunakan batu bata setelah terlibat insiden dengan salah satu ibu-ibu yang juga berjalan di dekatnya.

Dilaporkan Dailymail.com, Senin (9/7/2018), Rodriguez mengaku sempat menabrak bocah kecil di dekatnya saat berjalan-jalan. Namun, ibu dari si bocah justru merasa tak terima dan berteriak seolah-olah Rodriguez merupakan imigran gelap asal Meksiko di AS. "Kembali ke negaramu? Mengapa kau di sini?" teriak si ibu-ibu seperti pada rekaman video yang beredar.

Kejadian tersebut memang terekam mata lensa kamera ponsel salah satu orang yang berada di dekat lokasi kejadian. Si ibu-ibu yang belum diketahui identitasnya itu bahkan sempat menjelaskan kepada polisi melalui telepon bahwa Rodriguez berusaha menyentuh putrinya sebelum dihajar massa. Namun saksi mata yang merekam kisah tragis itu berkata si ibu-ibu telah berbohong kepada polisi.

Sementara itu, polisi setempat menyayangkan aksi massa yang tega menghajar pria tua menggunakan batu bata. "Kami prihatin, terutama dengan jenis kejahatan yang mereka lakukan," ujar perwakilan polisi setempat, D'Angelo Robinson.

Selain itu, aparat menyayangkan kisah tragis itu terjadi di dekat seorang anak kecil. "Ada anak sekitar empat tahun di sana yang menyaksikan semuanya. Kami tidak bisa membiarkan orang-orang seperti ini di wilayah hukum kami," lanjutnya.

Akibat kejadian tersebut, Rodriguez mengalami luka cukup parah, yakni patah tulang rusuk dan patah tulang pipi. Kini, aparat mengaku sedang berusaha memburu si wanita yang memicu kisah tragis tersebut berbekal video dari salah satu saksi mata.