Buang Sampah di Sungai Boyolali Didoakan Mati

Spanduk berisi larangan membuang sampah sembarangan di Jembatan Tompen, Desa Bangak, Kecamatan Banyudono, Boyolali, Jateng. (Instagram/ics_infocegatansolo)
06 Agustus 2018 18:40 WIB Ginanjar Saputra Viral Share :

Solopos.com, BOYOLALI — Membuang sampah sembarangan di sungai merupakan aktivitas yang bisa dibilang banyak dibenci orang. Maklum saja, membuang sampah di sungai memang banyak menimbulkan masalah, termasuk mencemari lingkungan.

Demi mencegah orang membuang sampah di sungai, warga sekitar Jembatan Tompen, Desa Bangak, Kecamatan Banyudono, Boyolali, Jawa Tengah (Jateng) melahirkan kisah unik lewat spanduk larangan yang dibentangkan di jembatan tersebut. Pada spanduk itu, terdapat doa agar orang yang membuang sampah sembarangan di sungai bawah Jembatan Timpen cepat mati.

Foto spanduk itu menyebar dan cukup viral setelah diunggah beberapa akun media sosial, salah satunya di akun Instagram @ics_infocegatansolo, Senin (6/8/2018). "Doa warga sekitar, buat yang buang sampah sembarangan," tulis pengelola akun Instagram tersebut menyertakan foto kisah unik tersebut.

Kisah unik terkait spanduk larangan membuang sampah sembarangan di Boyolali itu kemudian ramai dikomentari netizen. Beberapa di antara mereka menyukai imbauan bernada keras seperti itu demi mencegah orang membuang sampah sembarangan di sungai. "Biar enggak ada yang buang sampah sembarangan lagi," tulis pengguina akun Instagram @dimas_sahputra.

"Sip. Jaga kebersihan, go green," tambah pengguna akun Instagram @bimohakito.

Namun di sisi lain, ada netizen yang tak setuju jika larangan membuang sampah sembarangan harus disertai doa yang mereka anggap adalah doa buruk. "Dungo kog elek, balik lho [Berdoa kok jelek, bisa jadi balik lo]," tulis pengguna akun Instagram @roni_yoga.

"Kasih peringatan saja, kalau masih ngeyel ditegur orangnya langsung, enggak perlu doain kayak gitu, lha kalau yang buang sampah saudara sendiri, masa mau saudaranya sendiri mati," tulis pengguna akun Instagram @_fransiskaayu.

Meski mengundang pro dan kontra, netizen yang mengaku sebagai warga sekitar Jembatan Tompen menjelaskan peringatan yang melahirkan kisah unik seperti itu adalah solusi terakhir. Pasalnya, beberapa waktu sebelumnya, berbagai macam peringatan hingga sanksi denda sejumlah uang tak mampu membuat sejumlah orang jera membuang sampah sembarangan di sungai bawah Jembatan Tompen.