Smooking Room Bandara Bandung Bikin Orang Kapok Merokok

Smooking room di Bandara Husein Sastranegara, Bandung, Jabar. (Facebook/Dode Yogiswara)
14 Agustus 2018 04:10 WIB Ginanjar Saputra Viral Share :

Solopos.com, BANDUNGSmooking room atau ruangan merokok di Bandara Husein Sastranegara, Bandung, Jawa Barat (Jabar) viral di media sosial. Pasalnya, desain smooking room tersebut dianggap membuat sebagian perokok merasa kapok untuk merokok di tempat itu.

Kisah unik itu kali pertama dipaparkan pengguna akun Facebook Dode Yogiswara, Jumat (10/8/2018) lalu. Ia mengaku sempat merokok di smooking room Bandara Husein Sastranegara, Bandung.

Namun demikian, ia merasa tak betah merokok di smooking room tersebut. Bagaimana tidak? Smooking room itu didesain sempit dan ada lukisan di langit-langitnya.

Lukisan itu menggambarkan satu keluarga yang sedang menabur bunga di permakaman sehingga orang yang berada di smooking room seakan-akan dianggap sudah mati karena merokok. Bukan hanya itu, dinding smooking room juga berwarna kecokelatan seperti tanah kuburan.

"Lagi di airport Bandung. Masuk ke smoking room. Ruangan sangat sempit. Ukuran mungkin 2.5 x 1.5 m. Desain dinding seperti tanah cokelat kemerahan. Abis nyalain rokok, iseng lihat ke atas, ada gambar ibu ibu bapak bapak lagi tabur bunga dari atas. Feeling langsung ga enak, buru-buru matiin rokok terus keluar," tulis pengguna akun Facebook Dode Yogiswara.

Tak pelak kisah unik tentang smooking room itu viral dan ramai dikomentari netizen. Tak sedikit yang menyatakan desain smooking room itu memang bertujuan untuk membuat perokok untuk berhenti merokok. "Seolah-olah lagi merokok di dalam kubur. Terus ditaburi bunga oleh keluarga," tulis pengguna akun Facebook Sri Rakhmawati Rms.

"Ide kreatif. Mengingatkan sesama akan bahaya merokok dengan cara menyentuh," ungkap pengguna akun Facebook Khairul Salam.

Hingga Senin (13/8/2018), kisah unik itu sudah dibagikan tak kurang dari 17.000 kali. Selain itu, kisah unik smooking room di Bandung tersebut sudah mendapatkan lebih dari 1.000 komentar.

Tokopedia