Begini Ajaran Kerajaan Ubur-Ubur yang Bikin Heboh

Aisyah, wanita yang mengaku sebagai Ratu Kerajaan Ubur/ubur. (Youtube)
14 Agustus 2018 17:10 WIB Ginanjar Saputra Viral Share :

Solopos.com, SERANG — Belakangan hari ini, warganet dihebohkan dengan video viral di akun media sosial Sin Shima Sabya. Di akun tersebut, terdapat video seorang wanita bernama Aisyah yang mengaku sebagai ratu Kerajaan Ubur-Ubur.

Aisyah kerap memakai nama berbeda-beda pada setiap video yang diunggah. Ia pun seolah-olah memberikan ajaran terhadap para pengikutnya. Ajaran yang membingungkan dan berbelit-belit membuat warganet menduga Aisyah telah memberikan ajaran sesat.

Pada salah satu video yang diunggah, Aisyah menjelaskan bahwa Nabi Muhammad belum tentu seorang laki-laki. Menurutnya, tak ada dalil atau ayat dalam Alquran yang menyebutkan jenis kelamin Nabi Muhammad.

Bukan hanya itu, Aisyah juga menyebut bentuk Hajar Aswad berbentuk mirip alat kelamin wanita. Sang Ratu Ubur-Ubur yang viral itu bahkan menegaskan bahwa manusia lahir dari batu, bukan dari rahim wanita.

Belum berhenti sampai di situ, Aisyah yang mengaku bernama Aisatusalam Baidurintani pada video lain tanpa alasan yang jelas mengancam penganut Syiah yang menurutnya telah merusak akhlak bangsa Indonesia. Ia tak segan mengatasnamakan Rasulullah dan menantang para penganut Syiah untuk berperang.

"Wahai Syiah, aku menantang kalian. Aku Aisatusalam Baidurintani menantang kalian semua yang membenci Rasulullah SAW. Aku sudah geram sama kalian semua. Sudah kalian hancurkan akhlak Bangsa Indonesia ini. Lihat saja siapa yang menang di muka Bumi ini. Pengikut Rasulullah atau kalian yang sesat," ungkapnya sembari diselingi lagu berirama dangdut.

Berdasarkan penelusuran Solopos.com, Selasa (14/8/2018), akun media sosial Sin Shima Sabya sudah lenyap dari daftar pencarian, baik di Facebook, Instagram, atau Twitter. Video Aisyah yang menjelaskan ajaran yang dianggap sesat itu kini hanya bisa ditemui di beberapa saluran Youtube.

Didatangi Polisi

Dikutip Solopos.com dari Liputan6.com, Selasa (14/8/2018), aparat Polresta Serang bersama anggota Majelis Ulama Indonesia (MUI) telah mendatangi rumah milik Aisyah yang ditinggali bersama suaminya, Rudi, di Sayabulu, Kota Serang, Banten. Keduanya diduga menganut aliran sesat dengan mendirikan Kerajaan Ubur-Ubur.

"Sementara kami hentikan kegiatan, belum diperlukannya tindakan pengamanan. Kami akan kaji lebih dalam bersama Majelis Ulama Indonesia (MUI)," kata Kapolresta Serang, AKBP Komarudin, Senin (13/08/2018).

Di rumah keduanya, aparat juga menyita catatan struktur organisasi Kerajaan Ubur-Ubur yang kerap didatangi pengikutnya setiap Kamis malam atau malam Jumat hingga Sabtu dini hari.

Pasangan suami istri yang tenar karena video viral itu dikenal warga jarang bersosialisasi dan tak pernah salat berjemaah di masjid atau musala dekat rumahnya. Mereka berdua tinggal di rumah tersebut sekitar dua tahun.

"Mereka mengaku muslim, namun melakukan kegiatan yang tidak lazim. Contohnya mereka bilang Allah SWT memiliki makam kuburan, ini yang jelas tidak masuk akal menurut ajaran Islam," jelas sang kapolres.

Pengikut Kerajaan Ubur-Ubur yang mayoritas warga Jawa Timur (Jatim) dan Jawa Tengah (Jateng) itu kini diperiksa di Mapolresta Serang. Dari keterangan sementara, Aisyah mengaku sebagai Ratu Kidul yang menganut agama Sunda Wiwitan dan mengakui Alquran sebagai kitabnya dan Allah SWT sebagai Tuhannya.

Sekretaris MUI Kota Serang, Anas Tajudin, menyimpulkan ajaran yang diberikan Aisyah bukanlah ajaran Islam. "Kesimpulan kami dia bukan Islam. Dia menyebarkan atas nama Alquran, ini sudah meresahkan. Kalau seperti itu Islam sudah ternodai," paparnya.

Dugaan sementara, kelompok aliran sesat Kerajaan Ubur-Ubur yang dipimpin oleh suami istri itu memiliki tujuan ekonomi seperti mengumpulkan uang dan menyimpannya di berbagai bank, baik dalam dan luar negeri. "Di luar negeri rekeningnya atas nama Maryam. Di dalam negeri atas nama Muhammad," tandas kapolresta Serang.

Tokopedia