Percakapan Joni dan Presiden Jokowi Soal Sakit Perut Saat Panjat Tiang Bendera

Yohanes Ande Kala (Joni) bersama Presiden Jokowi (Instagram/jokowi)
22 Agustus 2018 05:30 WIB Chelin Indra Sushmita Viral Share :

Solopos.com, SOLO – Yohanes Ande Kala alias Joni Gala, si bocah pemanjat tiang bendera asal Mota'ain, Belu, Atambua, Nusa Tenggara Timur (NTT), akhirnya bertemu dengan Presiden Joko Widodo (Jokowi). Dalam pertemuan di Istana Negara, Jakarta, Senin (20/8/2018), bocah berusia 13 tahun itu menceritakan kronologi aksi heroiknya memanjat tiang bendera di tengah upacara perayaan hari ulang tahun (HUT) ke-73 Indonesia, Jumat (17/8/2018).

Aksi heroik Joni Gala memanjat tiang bendera setinggi 20 meter tanpa pengamanan itu membuat Jokowi kagum. Dia kemudian menanyakan detail kronologi kejadian itu kepada Joni Gala. "Kok berani sekali? Bagaimana ceritanya?" tanya Jokowi.

Joni Gala bercerita kala itu dia sedang tidak mengikuti upacara karena sakit perut. Dia yang menunggu di tenda khusus mendengar suara Wakil Bupati Belu bertanya apakah ada orang yang berani memanjat tiang bendera. "Waktu itu saya sedang sakit perut dan disuruh istirahat. Tiba-tiba saya mendengar suara Wakil Bupati belu bertanya, siapa yang bisa memanjat tiang bendera?" tutur Joni.

Tanpa pikir panjang, siswa kelas VII SMP N 1 Siwalan, Atambua, NTT itu berlari menuju ke tengah lapangan dan langsung memanjat tiang bendera tersebut. Dia mengaku sempat berhenti di sejenak karena lelah. "Saya capek," katanya. Namun, akhirnya dia bisa menyelesaikan tugasnya memperbaiki tali pengait bendera yang rusak.

Keberanian Joni Gala diapresiasi oleh Jokowi. Padahal, awalnya dia merasa cemas dan khawatir saat melihat video aksi Joni Gala yang viral di media sosial. Percakapan antara Joni Gala dan Jokowi dibagikan lewat selembar foto yang diunggah di akun Instagram @jokowi.

Warganet yang membaca kisah menginspirasi itu turut memuji keberanian Joni Gala. Mereka sangat kagum kepada Joni yang mempertaruhkan nyawa demi mengibarkan sang merah putih di Belu, Atambua, NTT.

"Kalau pahlawan zaman dahulu berperang demi Indonesia merdeka. Kalau pahlawan zaman now berjuang agar merah putih tetap berkibar. Salah satunya seperti keberanian dan kehebatan si adik Joni ini. Terima kasih Joni, pahlawan zaman now-nya NTT dan Indonesia," komentar @darma_nababan.

"Hebat kau nak. Kami bangga. Masih ada putra Indonesia sehebat itu, cinta Tanah Air," imbuh @anitagurusinaga1966.