Kisah Inspiratif Polwan Salatiga Nyambi Jadi Tukang Tambal Ban

Bripda Eka Yuli Andini, polwan yang nyambi jadi tukang tambal ban (Youtube)
26 September 2018 05:10 WIB Chelin Indra Sushmita Viral Share :

Solopos.com, SALATIGA Gantunglah cita-cita setinggi langit. Jika terjatuh, maka kau berada di antara bintang-bintang. Pepatah tersebut memang sudah sangat akrab di telinga, karena dipakai untuk memberi motivasi kepada orang agar tidak gampang menyerah. Seperti sosok wanita polisi bernama Eka Yuli Andini.

Wanita berusia 21 tahun asal Salatiga, Jawa Tengah, itu merupakan sosok polisi yang sangat menginspirasi. Eka Yuli Andini merupakan anggota Sabhara Polres Salatiga. Wanita berpangkat Bripda tersebut merupakan sosok pekerja keras yang pantang menyerah.

Meski telah menjadi seorang polwan, Bripda Eka Yuli Andini tidak pernah malu membantu orang tuanya yang berprofesi sebagai tukang tambal ban. Berdasarkan beberapa video viral yang dihimpun Solopos.com, Selasa (25/9/2018), Bripda Eka terlihat kucel karena bergelut dengan oli dan ban sepeda motor ketika membantu sang ayah di rumah. Namun, saat bertugas, penampilannya berubah rapi, bersih, dan tampak tegas selayaknya seorang polisi.

Meski telah menjadi seorang polisi, Bripda Eka tetap rendah hati. Motivasinya menjadi polwan semata-mata hanya ingin membanggakan kedua orang tuanya. Sebab, kedua orang tuanya mengharapkan dirinya menjadi polwan.

"Tujuan saya cuma ingin membahagiakan orang tua. Jadi, kalau pas tes saya selalu ingat kedua orang tua. Orang tua saya kan kurang mampu, jadi saya harus bisa membantu perekonomian keluarga dan mengangkat derajat mereka," kata Bripda Eka dalam video viral di Youtube.

Bripda Eka Yuli Andini jadi tukang tambal ban

Eka Yuli Andini berhasil lulus tes menjadi polwan tanpa mengeluarkan uang sogokan sepeser pun. Merasa memiliki banyak kekurangan, dia sangat giat berolahraga. Usaha dan doa yang tiada henti yang dilakukan Eka Yuli Andini berbuah manis.

Wanita alumnus SMK N 2 Salatiga itu akhirnya lolos seleksi menjadi polisi. Kini, dia yang awalnya bercita-cita menjadi reporter bertugas sebagai anggota Sabhara Polres Salatiga. Setiap pagi dia berangkat ke kantor dan sorenya membantu sang ayah menambal ban. Pekerjaan itu dilakukan tanpa merasa malu.

"Saya tidak malu. Soalnya dari pekerjaan ini juga orang tua membiayai saya sekolah sampai bisa menjadi seperti sekarang," sambung Bripda Eka bangga.