Sesak Napas, Pria Ini Nekat Lubangi Kepala Pakai Pisau

Ilustrasi pisau dapur (Pinterest)
11 Oktober 2018 00:10 WIB Chelin Indra Sushmita Viral Share :

Solopos.com, SOLO – Sesak napas memang membuat tidak nyaman. Dalam kondisi terburuk, sesak napas bisa berakibat fatal karena dapat merenggut nyawa seseorang. Itulah sebabnya sesak napas tidak dianggap remeh. Penderita sesak napas harus segera berkonsultasi dengan dokter untuk mengatasi masalah tersebut.

Namun, seorang pria asal Donetsk, Rusia, bernama Yury Zhokov, 41, justru nekat mengatasi keluhan sesak napas dengan cara yang tidak lazim. Dia membuat lubang di tengkorak menggunakan pisau dapur. Tindakan berbahaya itu dilakukan agar bernapas lebih lega. Uniknya, aksi mematikan itu dilakukan tanpa bantuan siapapun.

Dilansir Oddity Central, Rabu (10/10/2018), Yury Zhokov berlutut di tengah ladang dengan kondisi pisau menancap di kepalanya. Hampir seluruh bagian mata pisau itu terbenam di dalam kepalanya. Beruntung, dia tidak kehilangan kesadaran dan kerusakan otak yang serius.

Melihat kejadian tragis yang dialami Yury Zhokov, polisi yang kebetulan berpatroli di tempat tersebut bergegas menolong. Namun, dengan santai si pria menceritakan alasannya melakukan tindakan berbahaya itu. Dia berniat membuat lubang lain di kepalanya agar napasnya lebih lega. Sayangnya, dia kesulitan menarik pisau itu keluar dari kepalanya.

"Otakku tidak bisa bernapas, itulah sebabnya aku membuat lubang di kepala," kata Yury Zhokov santai.

Polisi bergegas membawa Yury Zhokov ke rumah sakit terdekat. Kondisi mengerikan itu membuat tim medis terkejut. Bahkan, hampir semua dokter di rumah sakit itu takut menyentuh kepalanya. Mereka kemudian meminta bantuan dokter ahli bedah saraf dari ibu kota untuk mengoperasi kepala Yury Zhokov.

Meski telah dioperasi, dokter mengatakan Yury Zhokov bisa saja mengalami kondisi kritis akibat infeksi di dalam otak. Saat ini, dia masih menjalani perawatan untuk melihat perkembangan otaknya. Setelah itu, dia bakal dipindahkan ke rumah sakit khusus kejiwaan karena dianggap mengalami gangguan jiwa.