Pengendara Tuntun Sepeda Motor Saat Lintasi Rumah Duka Korban Lion Air

Pengendara sepeda motor menuntun kendaraan mereka kala melintas di dekat rumah duka salah satu korban tragedi Lion Air JT/610 di Desa Suruh, Kecamatan Sukodono, Kabupaten Sidoarjo, Jatim. (Instagram/ics_infocegatansolo)
02 November 2018 15:40 WIB Ginanjar Saputra Viral Share :

Solopos.com, SIDOARJO — Salah satu korban tragedi jatuhnya Lion Air JT-610 di Tanjung, Karawang, Jawa Barat (Jabar), Senin (29/10/2018) lalu, Jannatun Cintya Dewi, telah dimakamkan di dekat tempat tinggalnya di Desa Suruh, Kecamatan Sukodono, Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur (Jatim), Kamis (1/11/2018).

Di sekitar rumah duka yang diselimuti suasana sendu itu, ada pemandangan yang cukup menyita perhatian, yaitu aksi mulia para pengendara sepeda motor. Para pengendara sepeda motor yang melintas di dekat rumah duka kompak turun dari kendaraan mereka demi menghormati keluarga yang sedang berkabung.

Aksi para pengendara sepeda motor itu pun terekam video yang kini viral di media sosial. Di akun Instagram @ics_infocegatansolo yang juga mengunggah video viral itu, Jumat (2/11/2018), menjelaskan aksi seperti itu memang sudah menjadi tradisi di kawasan sekitar rumah duka salah satu koban tragedi Lion Air JT-610 tersebut.

"Tradisi mulia Desa Suruh, Sukodono, Sidoarjo. Turun motor dan berjalan kaki saat melewati rumah duka salah satu korban pesawat Lion Air JT-610, Jannatun Cintya Dewi," tulisnya pada keterangan video.

Tak pelak tradisi mulia seperti itu menuai pujian dari warganet. Banyak yang menilai tradisi itu menunjukkan kesopanan yang memang sudah seharusnya dimiliki masyarakat Indonesia. "Patut dicontoh sopan wanting saling menhormati dan menghargai sesama," ungkap pengguna akun Instagram @maulani8557.

"Adem ngeliatnya," tulis pengguna akun Instagram @atix_tox.

"Perlu dicontoh," timpal pengguna akun Instagram @claudya_roselita.

Terlepas dari video viral di sekitar rumah duka, Jannatun Cintya Dewi diketahui merupakan staf analis kegiatan usaha hilir migas Direktorat Jenderal (Ditjen) Migas, Kementerian ESDM. Dikutip dari Liputan6.com, Kementerian ESDM kini menaikkan pangkat Jannatun dari Penata Muda III A menjadi Anumerta.

Sekretaris Ditjen Migas, Endang Sutisna, menyampaikan duka mendalam bagi Jannatun. Menurutnya, salah satu korban tragedi Lion Air JT-610 itu merupakan salah satu putri terbaik bagi Ditjen Migas karena dirasa mampu bertanggung jawab dan memiliki loyalitas yang tinggi.