Pria Berbobot 254 Kg Dilarang Masuk Restoran, Alasannya Mencengangkan!

Dibsy (kanan), pria gembul yang dilarang masuk retoran (The Sun)
07 November 2018 00:00 WIB Chelin Indra Sushmita Viral Share :

Solopos.com, SOLO – Restoran merupakan tempat umum yang bebas dikunjungi siapapun. Di tempat itu, pengunjung bebas menyantap hidangan apapun selama mampu membayar. Namun, seorang pria di Inggris dilarang masuk ke restoran oleh seorang personal trainer-nya.

Pria bernama Dibsy, 27, itu dilarang masuk ke restoran karena sedang menjalani diet. Personal trainer-nya, Mike Hind, dengan tegas melarang Dibsy ke restoran demi kebaikannya. Sebab, pria berbobot 254 kilogram itu sedang menjalani diet ketat untuk menurunkan bobot tubuh.

Dibsy yang menderita obesitas itu sempat mengalami serangan jantung sehingga harus dirawat di rumah sakit. Dokter yang merawatnya memberikan pilihan untuk menjalankan diet atau mati. Mendengar hal itu, Dibsy akhirnya meminta bantuan Mike Hind untuk mengawasi gaya hidupnya.

"Dibsy meminta bantuan kepada saya untuk mengawasi dietnya. Kemudian, saya membuat aturan yang tidak boleh dilanggarnya. Dia harus menjauhi makanan cepat saji," kata Mike Hind seperti dikutip dari The Sun, Selasa (6/11/2018).

Guna membantu Dibsy, Mike Hind membuat poster khusus yang ditempel di sejumlah restoran cepat saji. Poster itu berisi imbauan untuk menolong Dibsy. "Selamatkan Dibsy. Obesitas membunuhnya. Jangan layani pria ini," demikian tulisan yang tertera pada poster buatan Mike Hind.

Bagi Dibsy, menghindari makanan cepat saji adalah hal yang amat sulit. Biasanya, dia mengonsumsi sekitar 11.000 kalori setiap hari. Jadi, menjauhi makanan cepat saji tentu menjadi tantangan besar baginya.

Tetapi, secara perlahan Dibsy mulai terbiasa mengurangi asupan kalori. Kini, dia hanya diperbolehkan mengonsumsi sekitar 3.500 kalori per hari. Mike Hind berharap metode diet yang dijalani Dibsy berhasil.

Selama ini, Dibsy kesulitan membeli baju. Tidak ada baju siap pakai yang sesuai dengan ukurannya. Jadi, dia harus memesannya terlebih dahulu. Dia juga tidak bisa berolahraga dengan alat fitness karena ukuran tubuhnya terlalu besar. Dia juga harus memesan dua kursi saat bepergian dengan kendaraan umum, termasuk pesawat.

Dibsy mengaku tidak pernah merasa kurus. Dia melampiaskan kesedihan akibat kematian sang ayah saat usianya 18 tahun dengan makan. Dia merasa makanan membuatnya tenang. Jadi, setiap kali sedih dia akan terus-menerus makan sampai tubuhnya membesar.