Aksi Gereget Pejalan Kaki Tiduran di Trotoar Halangi Kendaraan Lewat

Aksi pejalan kaki halangi bajaj melintas di trotoar (Instagram/ics_infocegatansolo)
12 November 2018 21:05 WIB Chelin Indra Sushmita Viral Share :

Solopos.com, SOLO – Trotoar yang merupakan hak pejalan kaki. Namun, pada praktiknya trotoar yang ada di Indonesia justru tidak ramah untuk pejalan kaki. Trotoar biasanya dipakai untuk menggelar lapak para pedagang kaki lima maupun parkir kendaraan bermotor.

Penggunaan trotoar yang tidak semestinya itu pun kerap menyulut emosi para pejalan kaki. Betapa tidak, kini mayoritas pejalan kaki di Indonesia tidak memiliki tempat yang aman untuk dilewati ketika berjalan di tepi jalan raya.

Sebagai bentuk protes, ada seorang pejalan kaki yang sengaja berbaring di trotoar. Padahal, di belakangnya ada bajaj yang sedang dikendarai. Aksi nekat pejalan kaki tersebut terlihat dalam video viral yang diunggah pengguna akun Instagram @ics_infocegatansolo, Minggu (11/11/2018).

Pria tersebut berbaring sambil mengangkat satu kakinya sambil bermain ponsel di trotoar. Padahal, kondisi trotoar tersebut sedang padat. Di belakangnya ada beberapa kendaraan yang berebut melintas.

Bahkan, beberapa meter dari tubuhnya ada bajaj yang hendak melaju. Jika si sopir tidak melihat, bisa saja tubuhnya remuk digilas roda bajaj. Begitu mengetahui ada orang tiduran di trotoar yang dilintasinya, si pengemudi bajaj memilih berhenti dan memutar balik kendaraannya.

"Cara biasa hingga cara ekstrem untuk sosialisasi pentingnya trotoar untuk pejalan kaki. Apa pendapat kamu?" tulis @ics_infocegatansolo sebagai keterangan video.

Aksi protes yang dilakukan pria tersebut membuat sejumlah warganet kagum. Mereka sangat senang melihat keberanian pria itu menegur pengendara kendaraan bermotor agar tidak seenaknya melintas di trotoar.

"Seberapa gereget lo? Gue lagi tiduran sambil main hape. Gue tidurannya di trotoar," komentar @freed.andri023.

"Good. Memang kadang harus begitu supaya orang-orang bisa benar-benar melek dan tahu aturan," sambung @arlenne_nyen.

"Ga cuma pengendara yang salah. Pemkot juga salah, buat trotoar seharusnya jangan terlalu gede. Ntr yang lewat siapa? Jalan yang mestinya dilewati kendaraan jadi sempit" imbuh @bayugitara.