Buat Kenangan, Pasangan di Lampung Namai Anaknya Tsunami

Ilustrasi bayi (Reuters/Nicky Loh)
06 Januari 2019 14:30 WIB Ginanjar Saputra Viral Share :

Solopos.com, SOLO — Susan, 28, yang merupakan korban tsunami Selat Sunda dan kini berstatus pengungsi di Kantor Gubenur Lampung, Kota Bandar Lampung, Lampung, melahirkan bayi laki-laki dengan berat 3,5 kg. Susan melahirkan dengan bantuan tenaga medis di Rumah Sakit Bersalin Santa Anna Bandar Lampung, Sabtu (5/1/2019).

Uniknya, bayi yang dilahirkan Susan itu rencananya diberi nama Tsunami, sama dengan bencana alam yang membuatnya mengungsi. "Rencananya saya beri nama dia Tsunami karena bertepatan saya mengungsi di kantor gubernur akibat tsunami," ujar Susan saat diwawancarai Suara.com di Rumah Sakit Bersalin Santa Anna, Sabtu (5/1/2019).

Buah hati Susan bersama suaminya, Zainal, 31, itu diberi nama Tsunami dengan alasan untuk kenangan bahwa putra mereka lahir di saat mengungsi setelah bencana tsunami Selat Sunda. "Ya walaupun agak aneh, tetapi bisa menjadi kenangan bagi keluarga," imbuh Susan.

Sementara itu, Kepala Bidang Lindungan Jaminan Sosial Dinas Sosial Lampung, Maria Tamtina, menjelaskan Susan melahirkan putranya dengan operasi sesar. "Alhamdulillah bayi yang dilahirkan oleh Susan dalam keadaan sehat. Hanya saja harus melalui operasi sesar," katanya.

Karena Susan dan suaminya kini masih berstatus sebagai pengungsi, Dinas Sosial Lampung memberikan bantuan perlengkapan bayi seperti popok, handuk, selimut, dan lainnya. "Semoga anak yang dilahirkan menjadi anak yang saleh, taat dan patuh kepada kedua orang tua, serta bisa membawa nama baik negeri," lanjut Maria.

Maria menjelaskan Susan dan suaminya mengungsi sejak 24 Desember 2018, dua hari setelah tsunami Selat Sunda menerjang wilayah pesisir Banten dan Lampung. Hingga kini, Susan dan Zainal masih terdata sebagai pengungsi di Kantor Gubernur Lampung.