Miris! Media Inggris Soroti Aksi WNI Selfie di Lokasi Tsunami Selat Sunda

WNI berswafoto di lokasi tsunami Selat Sunda (The Guardian/Jamie Fullerton)
01 Januari 2019 15:30 WIB Chelin Indra Sushmita Viral Share :

Solopos.com, SERANG – Tsunami yang menerjang pesisir Banten dan Lampung Selatan, Sabtu (22/12/2018), menyisakan duka mendalam bagi masyarakat Indonesia. Bencana alam tersebut juga menuai simpati warga dunia. Selain merusak bangunan, tragedi dahsyat itu membuat ratusan nyawa melayang.

Di balik tragedi tsunami Selat Sunda yang memilukan tersebut ada kisah unik yang menjadi sorotan, yakni kebiasaan sejumlah warga Indonesia yang berswafoto di lokasi bencana. Surat kabar terkemuka Inggris, The Guardian, menyoroti aksi warga lokal berfoto dengan latar belakang lokasi bencana yang luluh lantak.

Solihat, 40, menempuh perjalanan dari Cilegon, Jawa Barat, ke Banten demi mengambil foto selfie di lokasi yang diterjang tsunami Selat Sunda. Foto tersebut diunggah ke Facebook sebagai bukti telah mendatangi lokasi bencana. Tak lupa, dia bersama temannya juga memberikan bantuan berupa pakaian kepada korban tsunami.

"Foto itu diunggah ke Facebook sebagai bukti kita ke sini untuk memberikan bantuan. Orang yang melihat foto kehancuran ini bakal bersyukur menyadari tempat mereka lebih baik. Nah, foto itu pada akhirnya mendapatkan banyak like," terang Solihat seperti dikutip dari The Guardian, Selasa (1/1/2019).

Solihat menambahkan, foto selfie di lokasi bencana itu diunggah untuk mengingatkan orang lain agar lebih bersyukur. Bukan untuk pamer atau sebagai ajang eksistensi diri. Tak dapat dimungkiri, foto unik yang diunggah di media sosial bakal mendapat banyak tanggapan dari warganet. Itulah sebabnya, seorang remaja asal Jawa Tengah, Valentina Anastasia, 18, mengakhiri liburannya di Jakarta demi ke Banten untuk berfoto di lokasi tsunami Selat Sunda.

"Saya ingin melihat kehancuran akibat tsunami sekaligus melihat orang yang terkena dampaknya. Foto yang saya ambil nantinya bakal diunggah ke media sosial," kata Valentina.

Sayangnya, kehadiran turis lokal ke lokasi tsunami Selat Sunda untuk mengambil foto sama sekali tidak menarik bagi korban selamat. Bahrudin, 40, salah satu korban selamat tragedi tsunami dahsyat itu justru kecewa melihat turis lokal yang datang. Menurutnya, mereka justru lebih tertarik melihat kehancuran lokasi sekitar ketimbang memberikan simpati kepada korban tsunami yang selamat.