Nurhadi, Tukang Urut Kudus Jadi Capres Fiktif Ngehits

Pasangan Nurhadi/Aldo (Pictagram)
05 Januari 2019 06:00 WIB Chelin Indra Sushmita Viral Share :

Solopos.com, SOLO – Dinamika politik menjelang pemilihan presiden (pilpres) 2019 semakin beragam. Belakangan ini muncul calon presiden (capres) dan calon wakil presiden (cawapres) fiktif, Nurhadi-Aldo, yang eksis di dunia maya. Pasangan ini membuat sindiran dengan meme lucu yang menggelitik.

Warganet mungkin sudah tidak asing lagi dengan sosok Nurhadi-Aldo yang viral di dunia maya. Poster Nurhadi-Aldo menghiasi beranda media sosial yang sekilas tampak mirip politikus sungguhan. Dalam foto yang viral di media sosial, Nurhadi-Aldo tampil gagah mengenakan baju putih lengkap dengan peci.

Sekilas, gaya Nurhadi-Aldo mirip dengan politikus suatu partai. Apalagi posternya terlihat meyakinkan dengan nama partai dan slogan kampanye. Tetapi jika diamati detail, pasangan Nurhadi-Aldo diusung Koalisi Indonesia Tronjal Tronjol Maha Asyik. Adapun partai pengusungnya adalah Partai Untuk Keimanan Indonesia. Lantas, sebenarnya siapakah sosok Nurhadi-Aldo?

Dihimpun dari berbagai sumber, Jumat (4/1/2019), Nurhadi-Aldo diciptakan oleh sekelompok anak muda yang gerah dengan kampanye hitam di Indonesia. Meski hanya pasangan fiktif, Nurhadi adalah sosok nyata. Dia merupakan seorang tukang urut asal Mejobo, Kudus, Jawa Tengah. Sementara Aldo hanya tokoh fiktif yang dibuat untuk mendampingi Nurhadi.

Pasangan Nurhadi-Aldo mulai aktif di Facebook pada 17 Desember 2018. Pasangan ini mulai aktif di Instagram pada 24 Desember 2018. Sementara akun Twitter-nya mulai aktif 26 Desember 2018. Nurhadi sudah lama dikenal oleh komunitas shitposting karena kebiasannya mempromosikan jasa pijat. Jadi, tak heran jika Nurhadi cepat viral di dunia maya.

"Saat ini banyak media yang menyorot bapak Nurhadi dan Aldo sebagai capres dan cawapres jalur prestasi. Namun, dengan fenomena tersebut tidak membuat bapak dengan gelar tukang urut alat vital profesional itu bahagia, karena menurut bapak Nurhadi eksistensi media saat ini adalah bentuk dari kontrol sang penguasa," demikian penjelasan pada unggahan terbaru di akun Instagram Nurhadi-Aldo.

Nurhadi menilai masyarakat belum bisa membedakan antara shitpost dan informasi. Shitpost adalah aktivitas online untuk mengunggah konten remeh-temeh. Ironisnya, saat ini banyak orang yang terkecoh dengan menganggap hal itu sebagai fakta. Tak lupa, Nurhadi-Aldo berpesan kepada masyarakat untuk menjadi pribadi yang merdeka, tidak terkekang dengan pihak manapun.