Waspada! Penipuan Minta Foto Syur buat Penelitian

Ilustrasi ponsel dengan konten porno. (Reuters)
09 Januari 2019 06:35 WIB Ginanjar Saputra Viral Share :

Solopos.com, SOLO — Kisah percobaan penipuan meminta foto telanjang kepada perempuan dengan alasan untuk penilitian di bidang medis viral di media sosial. Kisah itu viral setelah Dana Paraminta yang mengaku hampir menjadi korban membeberkannya lewat akun Twitternya, @paramitadana, Sabtu (6/1/2019).

Dana mengaku kisah itu berawal kala ia dihubungi seorang pengguna Line yang mengaku sebagai rekannya bernama Levina kala berkuliah di Jurusan Kedokteran Universitas Diponegoro (Undip). "Semua berawal ketika temen aku Levina kirim chat ke aku via Line. FYI, Levina ini temenku di Undip Jurusan Kedokteran angkatan 2012," tulisnya.

Dalam kisah itu, terduga penipu meminta foto kepada Dana dalam kondisi hampur bugil dengan alasan untuk penelitian. Namun beruntungnya, ia sempat dicegah oleh rekannya.

"God is good, di saat itu juga temenku yang dokter ngelarang aku buat kirimin foto karena kata dia banyak case kayak gini dan ternyata itu cuman modus orang enggak bertanggung jawab buat dapetin foto cewe naked," lanjutnya.

Singkat cerita, Dana langsung menghubungi Levina melalui Whatsapp demi memastikan. Benar saja, saat dihubungi melalui Whatsapp, Levina mengaku tak pernah menghubungi Dana melalui Line. Levina juga membeberkan namanya memang kerap dicatut orang tak bertanggung jawab untuk mendapatkan foto perempuan dengan kondisi tanpa pakaian.

"Ternyata temennya Levina sudah banyak yang jadi korban dan bener2 kirim foto hampir naked ke pelaku. Girls, beware. Modus kejahatan sekarang makin aneh-aneh. Dan ini sebenernya termasuk modus lama yg sampai skg masih dipake pelaku," tandasnya.

Kisah itu kemudian viral dan ramai dikomentari warganet. Tak sedikit yang mengaku juga pernah hampir menjadi korban penipuan seperti itu.

Dana Paramita meminta warganet untuk tak mudah percaya kepada orang yang tiba-tiba menghubungi melalui suatu aplikasi perpesanan. Ia berharap kisahnya yang viral itu bisa membuat pelaku tak lagi melancarkan aksinya.