Ingat KA Punakawan, Kakak KA Batara Kresna?

KA Punakawan (Instagram/solozamandulu)
18 Januari 2019 07:00 WIB Chelin Indra Sushmita Viral Share :

Solopos.com, SOLO – Kota Solo memiliki segudang kenangan indah bagi masyarakat. Seiring berjalannya waktu, Kota Solo mengalami banyak perubahan. Kini, Kota Solo berkembang pesat dengan berbagai bangunan baru.

Jalanan di Kota Solo yang dulunya lengang menjadi pafat dengan berbagai kendaraan bermotor. Potret Kota Solo zaman dulu tersebut ramai diperbincangkan netizen berkat unggahan akun Instagram @agendasolo, Rabu (16/1/2019).

Foto koleksi Joachim Lutz yang dibagikan @agendasolo tersebut memperlihatkan kereta api wisata Punakawan yang berjalan membelah Kota Solo. Jalanan di sekitarnya sangat lengang. Hanya ada beberapa sepeda motor dan mobil yang melintas. Foto tersebut diambil pada 21 Juli 2002.

"Berjalan beriringan dengan kendaraan-kendaraan roda empat dan dua di Jalan Slamet Riyadi, kereta api ini berjalan dengan kecepatan sekitar 30 km/jam. Bila anda beruntung, anda bisa merasakan keperkasaan lokomotif BB30003 berwarna biru muda dengan gambar empat sekawan tokoh pewayangan Jawa, Petruk, Gareng, Semar dan Bagong, yang dikenal dengan Punakawan," terang @agendasolo sebagai keterangan foto.

Lokomotif tersebut dipakai untuk menarik KA wisata Solo-Wonogiri yang diresmikan Gubernur Jawa Tengah, Mardiyanto. Perjalanan perdana KA wisata tiga gerbong itu dipandu mendiang Sinuhun Paku Buwono XII.

"Bayangkan, bepergian dengan KA dengan gerbong terbuka yang membelah pusat sebuah kota. Dimana lagi bisa ditemui pengalaman dan pemandangan unik semacam ini di Indonesia kalau bukan di Solo ?" tanya @agendasolo.

Warganet yang punya pengalaman dengan KA wisata tersebut membagikan kisah unik di kolom komentar. Mereka kembali bernostalgia dengan suasana Kota Solo zaman dulu. "Zaman spion motor cuma dipasang bagian yang kanan aja," komentar @rizal_rustamto.

"Pernah min, kenangan naik kereta itu sama almarhumah nenek zaman masih kecil. Pas awal beroperasi keretanya ramai banget. Naik dari Sukoharjo sampai Wonogiri berdiri terus," imbuh @ayunda_yonik.

"Oh, ini kereta yang sekarang digantikan sama Batara Kresna. Lucu banget bentuknya," tulis @emgahzahliii.

"Zaman kecil mau naik cuma nunggu di Viaduk Gilingan. Enggak perlu jalan sampai stasiun. Sampai Wonogiri cuma beli es sambil menunggu sepurnya balik ke Solo lagi," imbuh @ajisantt.

"Zaman Solo masih dikenal Kota Klasik, nyaman, sepi, enggak banyak polusi dan macet seperti sekarang," kenang @adhiaseta.