Anak Diberi Nama AA, Komen Warganet Malah Prihatin

Anak perempuan dengan inisial AA. (Worldofbuzz.com)
22 Januari 2019 05:00 WIB Ginanjar Saputra Viral Share :

Solopos.com, SOLO — Seorang pria di Malaysia, Mohd Arif M. Kasim, menamai perempuannya dengan nama Airis Aurora. Bukan karena nama dengan arti yang bagus, Kasim memberi nama tersebut kepada anaknya agar bisa menjadi AA jika disingkat dan berharap anaknya selalu duduk di bangku paling depan saat ujian di sekolah.

Kasim pun mengungkapkan sempat mengungkapkan rasa senangnya setelah memberi nama anaknya yang bisa disingkat menjadi AA. Namun, aksi Kasim memberi nama AA kepada anaknya itu memicu reaksi berbeda dari warganet.

Warganet ramai mengungkapkan rasa kasihannya terhadap bayi yang dinamai AA itu. Rasa kasihan itu ramai diungkapkan warganet pada unggahan berita bocah bernama AA tersebut di halaman Facebook Solopos.com.

Dengan berkelakar, banyak warganet yang merasa jika AA benar-benar selalu duduk di bangku paling depan saat ujian. "Malah ra iso [enggak bisa] nyontek," tulis pengguna akun Facebook Cahyo Asmoro.

"Kejam," imbuh pengguna akun Facebook Sinar Fauzi.

Di sisi lain, ada pula warganet yang memuji keputusan sang ayah memberi nama anaknya AA. Menurut netizen, bocah tersbeut kelak akan terbentuk menjadi pribadi jujur karena selalu duduk di depan dan tak bisa menyontek. "Biar anaknya belajar dengan sungguh-sungguh. Hehehehe," tulis pengguna akun Facebook Permana Ari Prasetya.

"Semoga kelak anak ini walaupun duduk di depan tidak nyontek saat ulangan," ungkap pengguna akun Facebook Herlina Prihatinie.

Diberitakan Solopos.com sebelumnya, Mohd Arif M. Kasim menyebutkan pengalamannya bekerja sebagai teknisi di sebuah sekolah menjadi alasan menamai anaknya seperti itu. Ia kerap kali melihat nama-nama yang dimulai dengan A selalu berada di urutan terdepan.

Selain agar anaknya duduk di bangku depan, nama AA yang ia berikan juga dimaksudkan agar kelak nama anaknya selalu dipanggil pertama saat pembagian rapor. Dengan begitu, ia tak perlu lama menunggu saat pembagian rapor.