Mantap! Prajurit TNI Renang dengan Kaki dan Tangan Terikat

Ilustrasi berenang (Youtube)
04 Februari 2019 07:00 WIB Chelin Indra Sushmita Viral Share :

Solopos.com, SOLO – Latihan fisik yang dilakukan prajurit Tentara Nasioal Indonesia (TNI) dikenal sangat keras dan melelahkan. Salah satu model latihannya adalah berenang dengan kaki dan tangan dalam posisi terikat.

Latihan berenang yang sangat sulit dilakukan itu terekam dalam video viral di dunia maya. Video itu salah satunya diunggah pemilik channel Youtube 7 Juta Tayang yang diakses Solopos.com, Minggu (3/2/2019). Video itu direkam saat anggota Batalyon Inti Amfibi berlatih. Batalyon Intai Amfibi atau yang sering disingkat Yontaifib merupakan satuan elite Korps Marinir khusus operasi Pengintaian Amfibi dan Pengintaian Khusus.

Video viral itu memperlihatkan proses latihan seorang prajurit TNI berenang dengan kondisi tak biasa. Pria tersebut berusaha terus bergerak di dalam air meski tangan dan kakinya dalam kondisi terikat. Sesekali dia mengangkat wajah ke permukaan air untuk mengambil napas.

Meski terlihat kesulitan, pria tersebut sukses berenang sampai ke ujung kolam. Aksinya tersebut ditonton oleh sejumlah rekannya yang menunggu di pinggir kolam. Jika dilihat sepintas, metode renang ini memang mengerikan. Tapi, jika mengikuti instruksi dan rajin berlatih, bukan tidak mungkin seseorang menguasai teknik renang tersebut.

Cara berenang unik yang dilakukan prajurit TNI tersebut membuat warganet kagum. Mereka mengaku tidak mampu menirukan gaya berenang ala TNI yang butuh kemampuan khusus itu. "Enggak bisa membayangkan deh. Saya pakai senjata helm saja hampir tenggelam. Apalagi diikat begitu," komentar Herman Saputra kagum.

"Latihan ini tujuannya bukan agar mahir berenang dengan tangan dan kaki terikat. Tapi, lebih ke latihan mental. Bertahan hidup di segala kondisi. Kalau panik pasti tenggelam," terang Bae Bae.

"Ini yang di kolam. Lebih sadis yang dilepas di laut bebas dengan tangan dan kaki terikat. Namun, inilah TNI demi NKRI tercinta mereka berjuang. Semoga perjuangan kalian menjadi pahala, amin," sanjung Sunarti Narti.