Hasil Quick Count Jadi Polemik, Ustaz Hanan Attaki Upload Video Parodi

Ilustrasi Quick Count. (Solopos/Whisnupaksa Kridangkara)
19 April 2019 20:10 WIB Chelin Indra Sushmita Viral Share :

Solopos.com, SOLO – Istilah quick count dan real count melejit setelah proses pemungutan suara di pemilihan umum (pemilu) 2019 dilakukan. Sejumlah stasiun televisi menampilkan hasil hitung cepat pada pemilihan presiden (pilpres) 2019.

Hasil quick count sebenarnya tidak bisa dijadikan patokan. Quick count alias hitung cepat dilakukan untuk memberikan gambaran umum hasil perhitungan resmi dari Komisi Pemilihan Umum (KPU). Namun, hasil ini semestinya tidak dijadikan patokan untuk menentukan pemenang.

Hasil pemilu sebenarnya ditentukan lewat real count yang dilakukan oleh KPU. Namun, butuh waktu lama untuk mengetahui hasil real count. Jadi, masyarakat harus bersabar untuk melihat hasil perhitungan tersebut.

Nah, keramaian soal quick count dan real count itu diparodikan lewat video viral milik komedian Melki Bajaj. Video yang diunggah di akun Instagram-nya, @melki.bajaj, Senin (8/4/2019), itu viral seusai pemungutan suara pemilu 2019 dilakukan.

Video viral tentang parodi quick count dan real count itu dibagikan ulang Ustaz Hanan Attaki. Dia meminta netizen tidak terlalu serius menanggapi video viral tersebut. “Selamat siang. Jangan serius banget,” tulis @hanan_attaki sebagai keterangan, Kamis (18/4/2019).

Video itu memperlihatkan ilustrasi sederhana perbedaan antara quick count dan real count. Awalnya, Melki yang sedang makan di warung meminta pramusaji menghitung total harga pesanannya. Si pelayan menyebutkan harga Rp22.000 yang harus dibayar Melki di kasir.

Tapi, sesampainya di kasir, Melki ditagih jumlah yang lebih besar. Jumlahnya berbeda jauh dengan hasil perhitungan yang dilakukan si pelayan tadi. Penjaga kasir menyebutkan harga yang harus dibayar sebesar Rp170.000. Jumlah itu jelas membuat Melki kaget.

Namun, dengan santai si penjaga kasir mengatakan jumlahnya berbeda karena hasil perhitungan real count. Sementara yang dilakukan pramusaji adalah quick count. “Rp170.000 tadi kan quick count. Sekarang real count,” terang si penjaga kasir.