Lokasi Dekat Pantai, Netizen Takut Naik Pesawat di Bandara Kulon Progo

Landasan pacu Bandara NYIA di Kulon Progo (Istimewa/Angkasa Pura)
23 April 2019 06:00 WIB Chelin Indra Sushmita Viral Share :

Solopos.com, SOLO – Bandara Internasional Yogyakarta di Kulon Progo segera beroperasi. Saat ini, pengelola tengah melakukan berbagai persiapan terkait operasional bandara pengganti Bandara Internasional Adisutjipto tersebut.

Rencananya, Yogyakarta International Airport itu dibuka akhir April 2019. Menjelang dibuka, foto kemegahan bandara baru itu menarik perhatian netizen. Menariknya, ada sejumlah netizen yang mengaku takut dengan kondisi bandara yang berdekatan dengan pantai itu.

Ketakutan netizen tentang posisi Bandara Internasional Yogyakarta disampaikan lewat kolom komentar akun @jelajahsolo yang membagikan berita dari Solopos.com, Senin (22/4/2019). Netizen khawatir dengan posisi landasan pacu yang berada di dekat pantai.

Pinggir pantai, nanti kalau landing atau takeoff apa enggak kena angin kencang dari samping?” tanya @frillo_oszie_manuelo_suwiryo.

Besok turun Solo saja. Seram ini di pinggir pantai. Pas angin kencang bahaya,” imbuh @kitchen_shero.

Sementara itu, sejumlah netizen lainnya mengeluhkan lokasi Yogyakarta International Airport yang dinilai terlalu jauh. Meski demikian, tak sedikit pula netizen yang menyambut antusias bandara baru tersebut.

Diberitakan Solopos.com sebelumnya, New Yogyakarta International Airport (NYIA) berada di tepi Pantai Glagah, Kulon Progo. Tepatnya di Kecamatan Temon, Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta.  Bandara ini digadang-gadang menjadi salah satu bandar udara terbesar di Indonesia ini dijadwalkan akan selesai pengerjaannya Desember 2019 dan beroperasi penuh mulai Januari 2020.

New Yogyakarta International Airport (NYIA) nantinya akan mampu menampung penumpang hingga 14 juta orang/tahun, atau delapan kali lipat lebih banyak dibanding kapasitas bandara Adi Sucipto Yogyakarta saat ini yang hanya 1,7 juta orang/tahun. Bandara yang akan memiliki panjang landasan 3.250 meter tersebut bahkan bakal mampu melayani hingga jenis pesawat komersil terbesar di dunia sekalipun, seperti Airbus A-380 ataupun Boeing 747 dan 777.