Soal Penghasilan Tukang Parkir dan Topi Kerucut Bikin Peserta UNBK SMP 2019 Emosi

Suasana Ujian Nasional berbasis komputer (UNBK). (M. Ferri Setiawan )
24 April 2019 09:00 WIB Chelin Indra Sushmita Viral Share :

Solopos.com, SOLO – Pelaksanaan ujian nasional (UN) bagi siswa SMP sederajat di hari kedua, Selasa (23/4/2019), cukup membuat heboh. Mata pelajaran yang diujikan di hari kedua adalah Matematika. Seperti biasa, peserta ujian nasional mengeluhkan sulitnya soal matematika yang dikerjakan.

Keluhan peserta ujian nasional tersebut disampaikan lewat kolom komentar di akun resmi Instagram milik Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Indonesia, @kemdikbud.ri. Peserta ujian nasional menilai soal matematika sangat sulit dan menguras energi.

Bahkan, peserta menilai ada soal ujian nasional yang sangat sulit dikerjakan karena pertanyaannya tidak masuk akal. Kali ini, peserta ujian nasional ramai membahas soal tentang cara menghitung ukuran kain untuk membuat topi. Mereka juga ramai membahas tukang parkir yang menjadi subjek di soal cerita ujian nasional tersebut.

“Ini menguji otak apa menguji kesabaran sih pak? Emosi saya,” tanya @isyaaaafjrn_.

I love matematika. Dia bisa membuatku terdiam beberapa jam,” imbuh @vinafbriani.

Datang niatnya mau ngerjain soal. Tapi, malah soal yang ngerjain gue,” tulis @ario.f_.

Tadi gue ngerasa jadi profesor. Buat rumus sendiri,” imbuh @d_fakr11.

Pak, kan tadi UNBK mata pelajaran matematika, kok disuruh mengukur kain buat topi yang kaya di film kartun George. Aku tuh sekolah biar bisa menggapai cita-cita saya pak. Bukan jadi pembuat atau penjual topi. Peka sedikit dong, pak. Sakit tahu, pak,” imbuh @anrysum_01.

Dari kecil belajar matematika mentok pakai kalkulator, pak. Enggak ada tuh ngerjain matematika pakai embel-embel tanggal kalender,” sambung @aggtwulandari.

“Pak, kenapa saya disuruh menghitung luas kain? Kan bapak saya yang mau membuat topi, bukan saya,” imbuh @amirrasyafira19.

“Harusnya tadi kita bawa kalender deh sekalian bawa tukang parkir. Terus bawa topi kerucut,” lanjut @nabilaofficial2.

“Tolong, pak. Tukang parkir itu banyak. Enggak cuma satu di Indonesia. Terus saya mau ngitung uang tukang parkir yang mana ini? Pendapatan dan rezeki orang kan beda-beda, pak. Tolonglah jelaskan, pak,” lanjut @andinia._ menimpali.