Netizen: Gaji Guru Honorer Kecil, Cari Pekerjaan Lain Saja!

Ilustrasi guru (Reuters/Brian Snyder)
28 April 2019 19:35 WIB Chelin Indra Sushmita Viral Share :

Solopos.com, SOLO – Minimnya gaji guru honorer menjadi polemik klasik yang seolah tak berujung. Dari dulu sampai sekarang, para guru honorer mengeluhkan gaji yang sangat kecil dan terkadang tak dibayarkan.

Nasib tragis yang dialami guru honorer tersebut menuai beragam komentar dari warganet. Ada yang bersimpati, tak sedikit pula yang menuding guru honorer itu tidak ikhlas menjalankan tugas. Berbagai komentar tersebut dilontarkan melalu fanpage Solopos.com, Minggu (28/4/2019).

Tujuan jadi guru honorer waktu awal niatnya kemungkinan bukan mendidik. Tapi, pengin diangkat PNS. Begini akhirnya, sambat ending-nya,” komentar Arik Sudirman.

Kawan saya demi pulang kampung ketemu istrinya yang hamil tua, dia cuti tiga bulan untuk cari duit. Kerjanya kuli bangunan. Padahal sudah 10 tahun jadi guru honorer,” imbuh Hamzah Gigin.

Haduh kasihan pahlawanku. Tidak dihargai sesuai perjuangannya. Beliaulah pencipta generasi bangsa,” sambung mal Rin.

Aku jadi muridnya saja sudah bersyukur. Semangat guru. Jasa guru tak tergantikan,” lanjut Phuthune Mbah Karso.

Sementara itu, sejumlah netizen lainnya menyarankan para guru honorer beralih profesi. Dalam penelusuran jurnalis Solopos, Tamara Geraldine, terungkap fakta guru honorer di Solo mendapat gaji yang sangat kecil, yakni sekitar Rp150.000 per bulan. Bahkan, ada guru honorer yang tidak mendapatkan gaji selama enam bulan. Padahal, beban kerja mereka tidak jauh berbeda dengan guru PNS.

Kalau niat ibadah teruskan. Kalau niat mau jadi PNS mending cari kerja yang lain. Pasti gaji minimal UMK,” saran Agung Teknis.

Cari jalan rezeki lain saja kalau memang gaji honorer enggak cukup buat mencukupi kehidupan keluarga,” imbuh Khoirul Huda Jaya Gasmico.

Saya pernah jadi guru setahun. Gajinya Rp450.000. Tipa hari masuk,, bensin, makan, dan kebutuhan lainnya. Akhirnya saya kapok jadi guru. Buruh tukang saja, Rp80.000-Rp90.000 sehari kok,” terang HendriNoviyanto.