Kalkulator Rusak! Warung Makan di Tegal Ini Jual Seafood Rp700.000

Ilustrasi seafood (Pictagram)
30 Mei 2019 18:10 WIB Chelin Indra Sushmita Viral Share :

Solopos.com, TEGAL Salah satu warung makan lesehan di Kota Tegal, Jawa Tengah, mendadak viral di media sosial. Warung makan itu ramai diperbincangkan warganet karena mematok harga yang tidak masuk akal untuk makanannya.

Warung makan lesehan Lamongan Indah milik Bu Anny di Tegal dikabarkan mematok harga tinggi untuk makanan yang dijualnya. Hal tersebut diketahui dari curahan hati seorang netizen di media sosial yang menghabiskan ratusan ribu hanya untuk makan seafood di warung tersebut.

Pengalaman buruk makan di warung lesehan Bu Anny terekam dalam video viral di media sosial. Salah satunya diunggah pengelola akun Instagram @infokejadiademak, Kamis (30/5/2019). Video viral tersebut memperlihatkan percakapan antara si pemilik warung dengan pembeli.

Si pembeli merasa heran dengan harga yang disebutkan penjual. Si pembeli merasa pemilik warung makan mematok harga yang tidak wajar. Bahkan, si penjual terus berkelit saat dimintai nota oleh pembeli.

Lagi viral lur. Makan nasi + cah kangkung + cumi, pria ini kaget harga yang diminta pedagang Rp220.000. Sementara pembeli lain mengalami hal yang sama. Dia kaget saat ditanya harga seporsi kepiting, cumi, udang, sepiring nasi, dan dua gelas es teh ternyata Rp700.000. Lokasi Tegal,” tulis @infokejadiandemak sebagai keterangan video viral.

Video viral itu dengaja diunggah untuk mengingatkan masyarakat agar lebih berhati-hati saat membeli makanan. Apalagi di musim mudik seperti saat ini banyak pedagang yang mematok harga makanan dengan tidak wajar.

Kisah unik sekaligus tragis tentang pengalaman makan di warung lesehan di Tegal, Jawa Tengah, itu pun menuai beragam komentar dari netizen. Sejumlah warganet menceritakan pernah mengalami kejadian serupa di tempat lain. Menurut mereka, tindakan pedagang menaikkan harga di musim mudik Lebaran adalah hal yang biasa.

Kasihan yang makan kena jebakan batman. Cari untung kok begitu amat,” komentar @ayesha_hassano.

Jualan apa ngerampok? Gue mah kalau disuruh bayar segitu ogah. Gue kasih aja sewajarnya. Biar gue ancam lapor polisi sekalian,” imbuh @anitaagwijaya.

Di lesehaan Malioboro juga begitu. Sebaiknya jangan malu kalau mau makan seharusnya tanya harga dulu. Biar kita enggak terjebak. Karena mereka mencari kesempatan kalau pas Lebaran nih pastinya yang bawa mudik bawa uang banyak untuk pulang. Apalagi kalau yang mudik orang Jakarta. Pastinya mereka pikir wong Jakarta kaya,” lanjut @ninasetyarini.

Kalau orang asli Slawi sudah tahu warung lesehan itu memang sering kasih harga selangit. Makanya tempatnya sepi. Yang makan di situ paling orang luar kota yang pas lewat. Kasihan warung lainnya, gara-gara dia jadi dicap makanan Tegal mahal-mahal. Di situ memang dari dulu sudah terkenal suka kasih harga selangit,” lanjut @dhewiesarah menerangkan.