Viral! Cerita Pendaki Atasi Hipotermia dengan Bersetubuh

Para pendaki beristirahat di sisi barat puncak Lawu 3265 DPL. (Solopos/Sunaryo Haryo Bayu)
24 Juli 2019 04:10 WIB Newswire Viral Share :

Solopos.com, JAKARTA - Di media sosial viral cerita tentang pendaki yang mengatasi masalah hipotermia dengan bersetubuh. Hal ini jadi perbincangan dengan banyak netizen menganggap kalau cara tersebut keliru dan lainnya penasaran.

Cerita berawal dari tangkapan layar komentar seseorang di media sosial yang menyebut dirinya pernah menemukan kasus hipotermia parah pada pendaki wanita di Gunung Rinjani. Kala itu segala cara sudah dicoba hingga akhirnya diputuskan untuk menyetubuhi sang wanita untuk meningkatkan suhu tubuhnya.

"Yg lucunya kami ada 20 org nungguin diluar tenda smbil nunggu si cowok melakukan itu sambil minum kopi :v. Alhamdulillah stelah itu cewek itu trslamatkan," tulis komentar.

Apakah cerita benar terjadi atau hanya bercanda tidak diketahui pasti. Namun demikian tangkapan layar tersebut beredar jadi perbincangan ramai di antara netizen. Contohnya satu unggahan di Instagram pada 14 Juli lalu sudah mengumpulkan hampir puluuhan ribu reaksi like dan ratusan komentar.

Sebagian besar netizen menyebut kalau mengatasi hipotermia dengan disetubuhi adalah cara yang keliru. Metode skin to skin contact disebut memang jadi cara yang dianjurkan dalam kondisi yang benar-benar darurat.

"Skin to skin bukan menyetubuhi, masih banyak cara penanganan yang lebih adab, duh kalo gagal paham tihati malah jd modus cabul..," komentar salah seorang netizen.

Sabar, Skep, Ners, dari Basic Life Support Rumah Sakit Pusat Pertamina pernah menjelaskan metode skin to skin diberikan dengan cara saling menyentuhkan kulit. Dalam kondisi ekstrem metode ini bisa membantu cepat menaikkan suhu tubuh.

"Skin to skin jauh lebih efektif, karena adanya hantaran hangat dari dalam tubuh kita. Nah, ini yang bisa cepat menaikkan suhu tubuh seseorang yang terkena hipotermia," ungkap Sabar sebagaimana dilansir Detik.com, Selasa (23/7/2019).

Sumber : Okezone